oleh

Lokakarya 3 dalam Perhelatan Pestarama 9: Langkah-Langkah Penting Penataan Artistik dalam Pementasan Drama

Jakarta – Lokakarya Pestarama #9 telah diselenggarakan pada Rabu (7/2/2024) pukul 08.30 WIB s/d selesai di Ruang Teater Lantai 1, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Rangkaian acara lokakarya tersebut merupakan bagian ketiga dengan tema “Tata Panggung dan Artistik”. Peserta acara ini adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, UIN Jakarta angkatan 2021 yang pada Juni nanti akan mengadakan pementasan drama.

Narasumber utama lokakarya ketiga bernama Riky Arief Rahman. Riky merupakan seorang penata artistik, bahkan dirinya pernah menjadi penata artistik terbaik dalam acara Festival Teater Mahasiswa Nasional di Jakarta.

Pada pemaparan mengenai artistik, Riky menjelaskan bagaimana langkah-langkah dalam menata artistik khususnya dalam suatu pementasan drama.

Pria yang pernah meraih sertifikasi profesi penata artistik pertunjukan memaparkan bahwa secara garis besar terdapat tiga langkah dalam menata artistik. Langkah pertama adalah membaca dan mengobservasi naskah drama.

“Saya kalau menata artistik, saya harus baca naskah” ujar pria dengan segudang prestasi di bidang teater tersebut.

Oleh karena itu, penting bagi penata artistik untuk mengetahui bagaimana dan seperti apa naskah yang akan dipentaskan. Agar penata artistik tersebut dapat memiliki gambaran untuk menentukan tatanan artistik seperti properti dan suasana yang sesuai dengan naskah.

Lalu pada langkah kedua yakni dengan sketsa. Pada praktiknya tentu seorang penata artistik memerlukan gambar, oleh karena itu diperlukan adanya sketsa untuk artistik pementasan drama. Sketsa ini merupakan langkah kedua yang dapat dilakukan oleh penata artistik setelah memahami naskah.

Langkah berikutnya adalah membuat maket. Riky menjelaskan bahwa maket merupakan media atau alat bantu yang dapat membantu sutradara dalam membuat garis-garis blocking adegan. Dengan maket akan lebih detail dibandingkan dengan sketsa. Maket dapat diartikan sebagai miniatur panggung dan properti.

Baca Juga  Siswa SMK Anajah Terima Pembekalan Bela Negara

Penjelasan tersebut tentu dapat menjadi pencerahan bagi mahasiswa PBSI angkatan 21 yang akan segera mengadakan suatu pementasan drama. Terkhusus bagi mahasiswa yang akan terjun langsung dalam dunia penataan artistik.

Lokakarya bagian ketiga tentu begitu bermanfaat bagi mahasiswa PBSI. Hal ini memperluas pemahaman mahasiswa mengenai tata panggung dan juga artistik yang merupakan bagian penting dalam pementasan drama. (RedG/ania Ninanta)

Komentar

Tinggalkan Komentar