oleh

Lokakarya 2 Pestarama 9: Peran Penting “Tubuh” dalam Keaktoran

Jakarta -Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menggelar lokakarya sebagai salah satu rangkaian acara dalam Pestarama 9. Lokakarya kali ini bertema “Keaktoran” dengan Ale Utsman sebagai pemateri. Acara ini dilaksanakan pada (31/1/2024) pukul 08.30 WIB sampai dengan selesai di Ruang Teater, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Lantai 1 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Acara lokakarya ini dihadiri oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Angkatan 2021. Ale Utsman sebagai pemateri merupakan salah satu lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Beliau sudah memiliki banyak pengalaman di bidang keaktoran.

Dalam materinya Ale Utsman menyebutkan bahwa, “Aktor butuh tubuh”. Maksudnya di sini bahwa tubuh merupakan aspek penting dalam keaktoran. Tubuh dapat menjadi alat untuk membantu para aktor saat di panggung.

Diperlukan kefleksibelan tubuh karena menjadi salah satu alat untuk menyampaikan pesan di atas panggung. Selain itu, tubuh juga akan menyampaikan karakter atau tokoh yang dibawakan, yang disebut reflektif. Karakter harus dibangun dan dilatih berkali-kali sesuai keinginan sutradara. Beberapa hal ini dapat menunjukkan bahwa tubuh merupakan dasar penting dalam keaktoran.

Pria yang bergelut di dunia teater tersebut menyampaikan bahwa saat mendapatkan suatu peran, tubuh aktor perlu melakukan banyak penyesuaian. Mulai dari memahami karakter yang akan ditampilkan serta merasakan perasaan yang dialami karakter. Diperlukan banyaknya latihan untuk mencapai hasil yang maksimal.

“Ketika tubuh seseorang mencapai titik terlelah, mereka akan bergerak sesuai keinginannya, tulus, dan apa adanya”, ungkap Ale Utsman dalam pemaparannya.

Itulah mengapa, banyak berlatih sangat disarankan dalam mendalami karakter, karena tubuh akan bergerak sesuai keinginan dan apa adanya.
Tidak hanya itu, tubuh juga memiliki peran yang penting bagi vokal para aktor. Wajah dan bentuk mulut yang memainkan peran tersebut. Ekspresi wajah yang mendeskripsikan dialog. Lalu, bentuk mulut yang dapat menyampaikan dialog yang diucapkan di atas panggung. Dialog harus sampai ke penonton tanpa bantuan alat apa pun.

Baca Juga  Jelang Tahun Baru 2021, Tim Itwasda Polda Babel Cek Pospam di Wilkum Polresta Pangkal Pinang

Selain menyampaikan materi, Ale Utsman juga memberikan beberapa kiat menarik dalam mendemonstrasikan materi yang telah dipaparkan. Caranya yang menyenangkan serta unik, membuat para peserta antusias dan bersemangat dalam mengikuti serta memahami kiat yang diberikan. Para peserta bahkan ikut andil di dalamnya. Di akhir acara, peserta juga aktif bertanya dan berdiskusi bersama.
Lokakarya 2 Pestarama #9 berjalan dengan lancar. Materi Keaktoran yang disampaikan oleh Ale Utsman menjadi pembelajaran penting bagi mahasiswa PBSI angkatan 2021 yang nantinya akan mengadakan sebuah pementasan drama. (RedG /Alifa Zakiya Azmi)

Komentar

Tinggalkan Komentar