oleh

Langgar Kode Etik, Arief Budiman Dipecat Sebagai Ketua KPU

Jakarta– Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberhentikan Arief Budiman sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Alasan pemecatan ini lantaran Arief dinyatakan melanggar kode etik terkait penyelenggara pemilu karena mendampingi salah satu komisioner KPU, yaitu Evi Novida Ginting menggugat surat keputusan Presiden di PTUN Jakarta.

“Memutuskan mengabulkan pengaduan pengadu untuk sebagian. Menjatuhkan sanksi peringatan keras terakhir dan pemberhentian dari jabatan Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia kepada teradu Arief Budiman selaku Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia sejak putusan ini dibacakan,” demikian bunyi putusan DKPP yang dibacakan Ketua DKPP Muhammad pada sidang putusan, Rabu (13/1/2021).

Dalam persidangan tersebut, Muhammad menyebutkan, kehadiran teradu (Arief Budiman) dalam setiap kesempatan di ruang publik menyertai dan mendampingi Evi Novida Ginting dalam memperjuangkan hak-haknya menyebabkan KPU secara kelembagaan terkesan menjadi pendukung utama dalam melakukan perlawanan terhadap putusan DKPP.

Dengan demikian, Muhammad mengatakan, sikap dan tindakan teradu bertentangan dengan kode etik. Bahwa setiap penyelenggara pemilu wajib menghargai sesama lembaga penyelenggara pemilu sesuai dengan Pasal 157 ayat 1 UU No 7 Tahun 2017.

“DKPP memiliki mandat untuk menjaga integritas, kemandirian, dan kredibilitas penyelenggara pemilu,” ucapnya.

Meski Arief telah menyatakan kehadirannya mendampingi Evi merupakan bentuk dukungan pribadi, namun DKPP menilai itu merupakan pelanggaran kode etik karena menunjukkan tidak adanya penghormatan terhadap sesama lembaga pemilu.

“Menurut DKPP hal tersebut merupakan bentuk penyalahgunaan wewenang secara negatif atau tidak langsung. Karena jabatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan tetap senantiasa melekat pada setiap perbuatan dan tindakan Teradu di ruang publik,” pungkasnya. (RedG/Ong)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed