oleh

Krulila dan Nasdulang Wakili Pemalang dalam Ajang Bergengsi Apresiasi Kreasi Indonesia 2021

Pemalang – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar event Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2021. AKI 2021 ini merupakan program pengembangan ekonomi kreatif melalui peningkatan kapasitas dan pameran kepada para pelaku ekonomi kreatif pada subsektor kuliner, kriya, fesyen, musik, film, animasi, aplikasi, dan permainan, yang akan diselenggarakan di 16 deerah di Indonesia.

Lima wakil Kabupaten Pemalang merupakan bagian dari 65 peserta yang terseleksi dari 4251 pendaftar pada subsektor kuliner, kriya, fesyen, musik, film, animasi, aplikasi, dan permainan yang mengikuti AKI 2021 di Kota Surakarta.

Titi Wahyuni merupakan alah satu dari lima wakil Kabupaten Pemalang di event bergengsi AKI 2021 yang dihadiri oleh Menteri Kemenparekraf Sandiaga Salahudin Uno ini.

Setelah dinyatakan lolos dalam seleksi AKI 2021 eks Karesidenan Pekalongan yang pamerannya diselenggarakan di Surakarta, dia menginformasikan keberhasilannya ke beberapa instansi terkait antara lain TP. PKK Kabupaten Pemalang, Dinas Parpora Kabupaten Pemalang yang membawahi ekonomi kreatif.

Upaya yang dilakukan oleh Titi ini untuk mendapat dukungan dari pihak terkait mengenai kelancaran dalam pameran tersebut.

Menurutnya, biaya operasional ke Surakarta cukup besar bagi pelaku UMKM ini, walaupun biaya akomodasi selama pameran dan workshop disana ditanggung panitia AKI 2021.

“Ditangapi, dijanjiin (oleh salah satu pejabat di Disparpora) nanti tak sampaikan ke bidang yang menangani sampai hari H nya omonganya alasannya macam macam yang intinya ngak ada uang. Kami berlima tidak mau pinjam uang hanya mohon untuk bisa menfasilitasi armada atau antar kami, kita semua ngak ada yang punya mobil,” kata Titi, Selasa (19/10).

Tekat bulat wanita paruh baya ini sudah bulat, karena selain memperkenalkan brand Krulila dan Nasdulang diajang bergengsi ini juga ada beban moril karena membawa nama Pemalang.

Baca Juga  Pintu Wisatawan Mancanegara Dibuka, Rudi : SOP Wajib Diterapkan dengan Ketat

Akhirnya, dengan bantuan salah satu rekannya, mendapat pinjaman mobil pickup, e tol yang berisi Rp. 70.000 dan uang Rp. 100.000.

Membawa brand Krulila dan Nasdulang, perempuan paruh baya ini nekat menyupir sendiri membawa pick up bersama satu rekan sebayanya sebagai pendamping UMKM menuju kota Surakarta.

Titi Wahyuni di booth pameran Krulila dan Nasdulang di ajang AKI 2021 Surakarta

Sampai di Surakarta, pun harus berjuang untuk menata dan mendekorasi booth pameran sendiri. Tekad Titi harus bisa menyajikan booth pameran nyang menarik dan berharap masuk dalam nominasi untuk ikut pameran AKI 2021 tingkat nasional di Jakarta.

“Sampai di solo, di Hotel Berlin kita dituntut untuk mempersiapkan pameran dan ikut pelatihan. Menata booth pameran sangat menguras tenaga dan pikiran. Harus berjuang dengan harapan bisa ikut anjang AKI 2021 puncaknya di Jakarta” cerita Warga Gunung Jaya ini.

Selama kegiatan, ketika berkomunikasi dan bersosialisasi dengan peserta lain Kabupaten/kota, ada hal yang mengusik dalam benaknya. Beberapa utusan dari Kabupaten/kota lainnya mendapat pendampingan ataupun perhatian dari pejabat terkait.

“Jangankan difasilitasi armada di tengokpun engak, saya berlima sampai ngiri dari Pekalongan dan Tegal ditengok, ditungui, disupport, bahkan sampai nginap di Hotel Berlin,” ungkap Titi. (RedG)

  • Penulis : Sarwo Edy
  • Editor : Sarwo Edy

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed