Karanganyar – Kawasan Tawangmangu yang sejuk dengan air melimpah tentu membuat sektor pertanian menjadi sektor yang penting di kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar tersebut.

Salah satunya adalah ubi ungu, hasil tanaman rambat disana sangat melimpah, namun kadang harga jualnya jatuh.

Hal tersebut membuat salah satu putra daerah setempat bernama Dwi Joko melakukan inovasi terhadap ubi ungu. Di tangannya tanaman palawija tersebut berubah menjadi kudapan tradisional namun bergaya modern. Dia memberi nama Timus Lumer Tawangmangu yang kini menjadi salah satu oleh-oleh khas daerah sejuk tersebut.

Dwi Joko, Sabtu (31/10) mengatakan usaha tersebut sudah berjalan 10 tahun yang lalu.

“Usaha ini sudah 10 tahun yang lalu berawal dari ide banyaknya bahan ubi ungu di daerah Tawangmangu yang harganya murah, lalu saya mencoba olah ubi tersebut menjadi Timus Lumer dan saya coba pasarkan secara online, tak disangka malah laku keras, ” ujarnya.

Dia mengatakan butuh beberapa eksperimen untuk menciptakan kudapan lezat yang cocok sebagai teman untuk minum kopi atau teh tersebut.

“Untuk jenis varian rasa saat ini Timus Lumer ada rasa coklat, capucino , tiramisu, mozarela , original dan mix,” tegasnya.

Terkait wilayah pemasaran, dijelaskannya sudah mencakup Solo Raya bahkan bulan kemarin dia mengirim ke Hongkong.

Timus Lumer tersebut bisa bertahan di pendingin selama 1 bulan dan penyajiannya digoreng dalam minyak panas dahulu.

Ke depan Dwi berharap bisa membuka toko di luar dan pemasaran Timus Lumer ini semakin meningkat omsetnya.

“Saat ini alamat produksi kami di seputar tempat wisata Bukit Sekipan Tawangmangu untuk pemesanan bisa di medsos kami, Timus Lumer Tawangmangu, untuk kawasan Solo, Karanganyar pengirimian gratis ongkir,” tutupnya. ( red )

Tinggalkan Komentar