TIM II KKN Tematik kelompok Agrominapolitan Undip menciptakan inovasi baru dengan mengolah limbah jeroan bandeng tersebut menjadi pupuk cair (Fish Amino Acid).

Pemalang – Desa Kaliprau Kecamatan Ulujami Kabupatan Pemalang merupakan sentra penghasil ikan bandeng yang memiliki tiga Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam bidang olahan bandeng. Ketiga UMKM tersebut memproduksi berbagai macam produk dengan bahan baku bandeng, sehingga menghasilkan banyak limbah berupa jeroan ikan. Melihat fenomena tersebut, TIM II KKN Tematik kelompok Agrominapolitan Undip menciptakan inovasi baru dengan mengolah limbah jeroan bandeng tersebut menjadi pupuk cair (Fish Amino Acid).

Program KKN Undip yang dilaksanakan mahasiswa, memiliki momentum untuk melakukan pendampingan dan program percepatan pembangunan. Ada juga hal unik, yang dilakukan oleh Tim II KKN Tematik kelompok Agrominapolitan Undip mengolah limbah jeroan bandeng tersebut menjadi pupuk cair (Fish Amino Acid).

Sebelumnya jeroan ikan sudah di gunakan masyarakat sebagai pupuk, tetapi penggunaannya sebatas di letakkan pada tanaman dan tidak di lakukan secara rutin. Sedangkan pupuk cair hasil inovasi Tim II KKN Tematik kelompok Agrominapolitan Undip di buat dengan jeroan ikan dan tambahan gula merah untuk menambah asam amino, dimana selanjutnya di biarkan selama tujuh hari untuk menghasilkan air hasil fermentasi. Penambahan asam amino ini berguna untuk mempercepat pertumbuhan tanaman, dimana pupuk cair dapat di gunakan untuk semua jenis tanaman yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Kelebihan dari pupuk cair ini antara lain dapat di gunakan secara rutin karena berbentuk cair, lebih awet, tidak berbau amis, lebih aman bagi tanaman karena tidak mengandung zat kimia yang berbahaya dan harganya juga terjangkau karena terbuat dari limbah jeroan. Disamping itu, pemanfaatan limbah ini dapat menguntungkan bagi para petani khususnya melati yang ada di desa Kaliprau.

TIM II KKN Tematik kelompok Agrominapolitan Undip berharap pemanfaatan limbah jeroan menjadi pupuk cair ini dapat mengurangi limbah ikan, dan menambah nilai guna dari limbah jeroan. (RedG kontributor Maudi)

Tinggalkan Komentar