Brebes- Seorang pekerja buruh bangunan asal Brebes mengelami kecelakaan kerja.

Buruh bangunan tersebut bernama RSM, 60 tahun, Desa Dukuh Jeruk, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes.

RSM mengalami cedera berat akibat terjatuh dari eskalator yang terputus saat itu.

RSM mengalami kecelakaan saat bekerja sebagai tukang bangunan pada Jumat, 15 November 2019 lalu. Saat itu, ia sedang mengerjakan proyek di Majenang, Jawa Tengah.

Keluarga korban, Hanisah, 19 tahun, ia mengatakan RSM sempat dirawat di Rumah Sakit Majenang lalu dirujuk di Rumah Sakit Purwokerto.

” Kejadiannya hari Jumat sebelum Dzuhur dia bersama 4 temannya menggunakan eskalator barang. Dia bersama temannya mau istirahat tetapi eskalator tersebut putus dan jatuh. Kejadian itu terjadi pada tanggal 15 November 2019. Korban dari kecelakaan tersebut 4 orang antaralain 1 orang meninggal di tempat, 2 orang luka parah, dan 1 orang luka ringan, “kata Hanisah saat dikonfrimasi Gnews Id, Minggu (5/20)pagi.

Lebih lanjut, Hanisah menuturkan perjalanan pengobatan RSM hingga sampai membutuhkan pencabutan pen di kaki RSM.

“Dari pihak proyek tersebut membantu tetapi tidak semuanya. Bahkan, dianjurkan membuat BPJS. Bapak RSM pertama dibawa ke Majenang dirujuk ke Purwokerto dipasang pen di 2 kakinya. Kendalanya, RSM membutuhkan pencabutan pen tetapi membutuhkan dana sekitar 10 juta dan dikarenakan tidak bisa menggunakan BPJS, “jelasnya.

Melihat kendala tersebut, Hanisah mengharapkan, RSM dapat segera dioperasi dalam pengambilan ring pen agar RSM dapat mencari nafkah kembali untuk keluarganya.

Sementara itu, Ketua KPMDB Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Yos Saja, Ia menceritakan kronologi awal hingga membuat gerakan uluran tangan bersama kawan organisasi daerahnya.

“3 hari yang lalu Hanisah mengontak Saya terkait kasus tersebut. Keesokan harinya, Saya sama Vio (Sekretaris KPMDB UDINUS) datang kerumah beliau dan benar yang diceritakan Hanisah. Sehabis pulang dari rumah RSM. Saya langsung koordinasi sama kawan-kawan Pengurus. Alhamdulillah kami membuat Open Donasi melalui platfrom Kitabisa.com dan sudah dipublish, “kata Yos saat di hubungi jurnalis Gnews Id.

Selain itu, Yos saat inspeksi dadakan bersama Sekretarisnya untuk mengetahui kebenaran informasi yang di dapatkan. Lalu, Yos mendapatkan singkat kronologi versi Yos tersebut.

“Kronologi setelah musibah tersebut dari Purwokerto mendapat perawatan selama 2 minggu.Setelah itu, dirujuk di Rumah Sakit Bhakti Asih Brebes menggunakan BPJS. Lalu, ketika RSM mengambil pen di Rumah Sakit Bhakti Asih tidak bisa menggunakan BPJS dikarenakan harus membayar 10 juta untuk melakukan operasi pencabutan pen tersebut, “ujarnya.

Oleh sebab itu, lanjut Yos, ia mengatakan pihak proyek hanya operasikan kaki bapaknya (red-RSM) di Purwokerto saja dan dibantu dengan kepala desa menjadi perantara agar bertanggung jawab perihal pengobatan dan kehidupannya.

“Tetapi setelah 8 bulan ini sudah menyerah, hanya membayar BPJS bapaknya saja. Dari desa tidak mendapat bantuan apapun, “pungkasnya.

Saat disinggung tim KPMDB Udinus membuka donasi untuk RSM, Yos mengatakan saudara dari RSM merupakan pengurus dari saya dan memperlukan uluran tangan dari para dermawan.

“Iya benar sekali karena beliau itu merupakan saudara dari salah satu kepengurusan KPMDB udinus periode sekarang. Dia tanya ke saya lalu saya respon dan cerna bahwa masalah ini cukup berat akhirnya saya memutuskan untuk berdonasi menggunakan platfrom kitabisa.com untuk donasi supaya bisa mencangkup banyak manusia baik. Selain itu, kita share poster melalui media sosial instagram, whatsApp, dan twitter, “ungkapnya (RedG/Dicky Tifani Badi)

 

 

Tinggalkan Komentar