Semarang – Pasangan Calon Walikota Semarang Hendrar Prihadi atau bisa disapa Hendi ditemani oleh Hevearita Gunaryati Rahayu bisa disapa mba Ita.

Pasangan calon Walikota Semarang tersebut diusung oleh semua partai politik di Kota Semarang sehingga menjadi calon tunggal.

Dalam kontesasi politik tahun ini, Hendi- Ita akan melawan kotak kosong dalam perhelatan Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Semarang pada tanggal 9 Desember 2020.

Dengan adanya Hendi-Ita melawan kotak kosong, komunitas masyarakat yang mengatasnamakan diri Sedulur Panji tersebut mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam Pilwalkot mendatang.

“Pilkada merupakan hajat kita sebagai warga Semarang yang butuh pemimpin, karena itu kami mengajak semua warga Semarang untuk datang ke TPS, dan nyoblos Hendi-Ita,” kata Ernawati SE, Sekretaris Umum Sedulur Panji, di Oemah Sedulur Panji, Jalan Pamularsih Nomor 90 Semarang, Senin (2/11/2020).

Tercatat hampir 21.000 warga yang tergabung dalam Sedulur Panji.

Di luar angka tersebut, kata Erna, masih ada banyak warga masyarakat yang meminta untuk bergabung dalam Sedulur Panji.

Ketua Umum Sedulur Panji Dr Drs Budiyanto SH MHum menerangkan, nama Panji merupakan kepanjangan dan Panggilan Jiwa yang diinisiasi kelompok masyarakat nasionalis yang religius atas dasar hal itu nilai-nilai demokrasi harus ditegakkan atas dasar panggilan jiwa masyarakat.

“Panggilan jiwa kami untuk menjaga iklim demokrasi di Indonesia, khususnya Kota Semarang agar tetap kondusif, damai,” kata Budiyanto

Sedulur Panji secara sukarela menggalang dukungan untuk Hendi-Ita dalam Pilwalkot ini bukannya tanpa sebab.

Menurut Budi, kemenangan Hendi-Ita merupakan kemenangan demokrasi.

Selain itu, pembangunan Kota Semarang merupakan bukti kongkrit suksesnya kepemimpinan Hendi-Ita. Semarang Hebat ini karena keberhasilan Wali Kota Semarang.

“Lewat Kampung Hebat, masyarakat terlibat dalam pembangunan. Ini fenomena yang baik dalam pendidikan politik, terutama dalam hal Pembangunan tata kota. Masyarakat dengan sadar menjaga lingkungannya agar bersih, sehat, aman dan nyaman,” tuturnya.

Atas keberhasilan, ungkap Budiyanto, menilai pasangan Hendi-Ita adalah ideal menyatu dengan masyarakat dan dinamis yang selalu bergerak bersama masyarakat sehingga kembali melenggang dalam Pilwakot 2020 dengan dukungan penuh dari semua partai politik.

“Justru karena lawannya kotak kosong, kita harus datang pada Pilwakot tanggal 9 desember dan nyoblos dengan benar demi suksesnya Pilwalkot dengan kemenangan Hendi-Ita dengan perolehan suara sebanyak-banyaknya, setidaknya 90 persen. Semoga semua warga Semarang yang sudah punya hak memilih nyoblos Hendi-Ita,” tandasnya. (RedG/Dicky Tifani Badi)

Tinggalkan Komentar