oleh

Komunitas Online Pemalang, Ingin Curhat Ke Bupati

Pemalang – Pandemi Covid-19 yang terjadi setahun lebih telah membuat pelaku ekonomi tersendat di seluruh Indonesia, tak terkecuali di Pemalang. Bisnis besar maupun kecil banyak yang bangkrut karena pandemi. Oleh karena itu para pengusaha kecil yang ada di Kabupaten Pemalang telah melakukan digitalisasi ekonomi di masa pandemi. salah satu wadah para pedagang kecil di Pemalang yang berjualan secara online adalah Komunitas Online Pemalang (KOP), sebuah komunitas yang anggotanya mencapai 70 pedagang.

Ketua KOP, Dwi Rubyanto mengatakan jumlah anggota KOP sampai sekarang kurang lebih 70 anggota, sedangkan tujuan dibentuknya komunitas ini, menurut Ruby adalah agar para pedagang bisa saling tukar informasi tentang pelatihan – pelatihan yang diadakan pemerintah atau lembaga lain di Pemalang.

“Komunitas Online Pemalang (KOP) itu sampai sekarang kurang lebih 60-70 anggota, awalnya itu inisiatif dari sepuluh orang, kemudian vkami ngobrol-ngobrol karena ada pelatihan gratis dari tim google, akhirnya kami membentuk komunitas ini supaya bisa mewadai teman-teman yang suka online sebelum pandemi kurang lebih 2 tahun yang lalu” kata Ruby, ditemui saat mengantar pesanan di wilayah Jl. Gatot Soebroto, Pemalang, Rabu, ( 24/3/2021).

Ruby berharap kepada Pemerintah Daerah Pemalang bisa membuka kembali kegiatan “ Car Free Day” secara terbatas sesuai protokol kesehatan, agar bisa menambah peluang pemasaran bagi para pedagang. Rencananya Ruby akan mengirim surat audiensi kepada Bupati Pemalang, agar bisa curhat tentang permasalahan UMKM selama ini.

“ Sebagai komunitas online dan UMKM harapannya pemerintah daerah atau Pemda bisa mensuplai, terutama dalam hal pemasaran dan contohnya kemaren sebelum pandemi tiap minggu pagi ada Car Free Day, itu lumayan ramai, bahkan ada salah satu temen yang jualan juga omsetnya lumayan, maka harapannya kalo pandeminya sudah mereda, itu kegiatan-kegiatan seperti Car Free Day, bazar, walaupun terbatas bisa dilakukan, jadi lebih support ke pemasaran” katanya.

Baca Juga  5 Ribu Nakes Divaksinasi Covid-19, Wamenkes Jadikan Surabaya Percontohan Daerah Lain

“ Kami sebagai wakil UMKM, kami sudah siap mengajukan surat audensi Pak Bupati, ingin curhat, nanti kegiatan-kegiatan yang mensupport pemasaran tadi, terutama produk-produk UMKM Pemalang, bisa dilaksanakan walaupun terbatas” kata Ruby.

Dia menjelaskan bahwa anggota dalam KOP merupakan pengusaha kecil dibidang fashion, kuliner, dan kerajinan lainnya. Kata Dia, mereka (pedagang- red) mengeluhkan kondisi pandemi yang masih terus berlangsung dan berdampak pada aktivitas produksi, sehingga berpengaruh pada omset penjualannya, namun terbantu dengan berjualan secara online melalui medsos, pesan singkat, dan market place. Ruby mengatakan, sebagian anggotanya ada yang jualan penuh secara online dan ada yang punya toko.

“Jadi kami intinya mengakomodir teman-teman yaang suka online, sebelum pandemi,disitu ada fashion, ada makanan, peralatan rumah tangga, jadi macam-macam alat produk kerajinan, sebagian ada yang full online dan sebagian lagi ada yang punya toko offline ” kata Ruby.

“Terdampak pandemi pasti, itu banyak temen-temen yang mengeluhkan omsetnya sampai 50% ada, bahkan ada yang di bawah 50%, cuman terbantunya kami sebagai teman-teman yang bergerak online masih mending bisa mengomset, karena kita maksimalkan di onlinenya, entah dimedsos, Fb, WA, bahkan di market place” imbuhnya.

Ruby sendiri berjualan minuman beku seperti jus buah, manisan, dan kopi kekinian, dalam sehari, dia bisa menjual minuman mencapai 30 cup, namun sejak pandemi hanya mampu terjual sebanyak 10 sampai 15 cup.

“ Kalau saya sendiri jualan aneka minuman beku, mulai dari jus buah, manisan buah, kopi kekinian, tapi semuanya terbentuk proses beku, kalo sebelum pandemi sehari bisa 30 cup, pas pandemi bisa sampai di bawah 50% sekitar 10-15 cup” ujar Ruby.

Baca Juga  Pemalang Capai 5.364 Kasus Corona, Jangan Lengah Terapkan 5 M

Sedangkan mengenai koordinasi anggota KOP, Ruby menjelaskan bahwa melalui grup WhatsAap ( WA), dirinya sering berkoordinasi dan sharing ilmu pemasaran termasuk “WA Marketing” yaitu optimalisasi pemasaran melalui aplikasi WA

“ Jadi yang kami sampaikan ke temen-temen juga dimasa-masa yang sulit ini tetap bergerak dan maksimalkan yang ada, contohnya lewat WA, kami sebagai komunitas online kami tidak melantarkan mereka, pernah juga adakan kelas khusus belajar WA marketing, beberapa sudah bisa mengikuti dan bisa praktek hasilnya juga lumayan” tegasnya.(RedG/ST)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed