WONOGIRI – Ketua PBNU Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah (Jateng) H. Mubarok mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya di Wonogiri Jawa Tengah untuk tidak terpengaruh dengan pemberitaan tentang kasus buku merah Polri.

Khususnya pemberitaan yang menduga Kapolri Tito Karnavian terlibat dan disebut-sebut dalam buku bersampul merah berisi aliran dana kasus korupsi import daging yang melibatkan Basuki Hariman.

Pasalnya, kedepan ada agenda negara dan bangsa yang sangat penting yang memerlukan peran besar Polri yaitu tugas mengamankan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 17 April 2019 mendatang.

“Saya mengajak masyarakat semua agar tidak terpengaruh dengan pemberitaan-pemberitaan Polri yang ada di Indonesianleaks. Kami dari ketua PBNU Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah sangat berharap agar keluarga besar Polri terutama di Jawa Tengah agar fokus untuk bagaimana mengamankan proses Pileg dan proses Pilpres yang akan kita hadapi nanti,” tegasnya, Jumat (12/10).

Ketua PBNU beralasan, jika keberlangsungan Pileg dan Pilpres 2019 mendatang aman, maka akan sangat berpengaruh pada kondisi perekonomian, khususnya perekonomian di Jawa Tengah.

Kondisi aman dan kesuksesan Pileg dan Pilpres ini, Mubarok menambahkan, akan bisa tercipta dengan adanya sinergi antara smua tokoh agama, tokoh masyarakat dan keluarga besar Polres Wonogiri Polda Jateng serta Mabes Polri.

“Tentunya semua ini akan bisa kita lakukan dengan sinergi, dengan keluarga besar Polres Wonogiri Polda Jawa Tengah dan Polri diseluruh Indonesia. Kita semua mendukung Polri,” pungkasnya. (RedG)

Tinggalkan Komentar