oleh

Ketua MPO Bakorda FKBN Pemalang Dukung Ketua Kwarnas Mempertahankan Pramuka Sebagai Eskul Wajib

Pemalang – Ketua Majelis Permusyawaratan Organisasi Badan Koordinasi Daerah Forum Kader Bela Negara Kabupaten Pemalang (Ketua MPO Bakorda FKBN Pemalang) Drs. Santoso, M.M., mendukung sikap ketua Kwarnas Pramuka Budi Waseso pada sikap Kwarnas Pramuka saat Rakernas 2024 di Wiladatika, Cibubur, Jakarta, Kamis (25/4/2024). Kwarnas dan Kwarda Pramuka se-Indonesia dalam Rakernas 2024 menyatakan sikap meminta revisi terhadap Peraturan Menteri Nomor 12 Tahun 2024 tentang kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah untuk menjadikan ekstrakurikuler pramuka wajib sebagaimana diatur sebelumnya.

Santoso mengemukakan dengan terbitnya Peraturan Mendikbudristek No. 12 Tahun 2024 tentang kurikulum Paud, Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah yang salah satu bahasannya menjadikan pramuka bukanlah ekstrakurikuler yang wajib diikuti oleh peserta didik, dirinya merasa kecewa dan kaget.

“Saya sebagai orang yang pernah aktif digerakan Pramuka, terus terang saja ketika saya mendengar bahwa kegiatan kepramukaan tidak lagi menjadi kegiatan ekstra kulikuler wajib di sekolah, saya terus tetang kaget bahkan kecewa.” jelas Santoso ketika dihubungi via seluler, Sabtu malam (27/4/2024).

Lebih lanjut ia kemukakan bahwa kita akui secara obyektif kegiatan kepramukaan sangat banyak sekali manfaatnya, utamanya dalam membentuk “nation and character building”. Sebagaimana kita maklumi bahwa salah satu kekurangan sistem pendidikan kita adalah kurangnya materi dibidang “soft skill“.

“Harus kita akui bahwa pendidikan kepramukaan banyak sekali memberikan bekal materi dibidang “soft skill“. Karena kegiatan kepramukaan banyak sekali yang diarahkan untuk menyiapkan dan membangun generasi muda Indonesia menjadi manusia yang : bermoral, jujur, disiplin, tanggung jawab, bekerjasama, gotong royong, trampil, cinta lingkungan, cinta tanah air yang pada intinya mendidik manusia yang paripurna.” jelasnya.

Baca Juga  Retno Setyowati Didapuk Menjadi Nahkoda KKI Provinsi Jateng

Hal yang dikemukakan oleh mantan Sekda Kabupaten Pemalang ini juga selaras dengan apa yang dinyatakan oleh ketua Kwarnas Komjen Pol (Purn) Buwas.

“Keberadaan Permendikbud itu justru tidak relevan dengan perkembangan jaman saat ini yang telah mengalami kemerosotan moral, nilai-nilai budaya, menurunya kedisiplinan, hingga lemahnya nasionalisme dan cinta tanah air. Menurut saya kegiatan Pramuka sangat tepat dan harus tetap menjadi kegiatan wajib di sekolah,” kata Buwas.

Oleh karena itu, menurut Santoso pula sangat disayangkan sekali kalau kegiatan kepramukaan tidak lagi menjadi kegiatan ekstra kulikuler yang wajib.

“Kegiatan kepramukaan harus tetap menjadi kegiatan ekstra kurikuler wajib bagi setiap sekolah, bahkan apabila memungkinkan akan lebih efektif justru kalau menjadi materi pendidikan yang masuk intra kurikuler,” jelas Santoso.

Sebagai sesepuh dan Ketua MPO Bakorda FKBN Kabupaten Pemalang, ia meminta seluruh anggotanya dan secara institusi untuk mendukung dan mendorong agar Peraturan Mendikbudristek No. 12 Tahun 2024 dirubah pada bahasan Pramuka untuk dikembalikan seperti semula. (*)

Komentar

Tinggalkan Komentar