oleh

Keren, Ratusan Mahasiswa UPGRIS Lolos Program Kampus Mengajar Kemendikbud

Semarang – Ratusan mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) berhasil mengikuti program kampus mengajar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia angkatan pertama. Ratusan mahasiswa UPGRIS yang ikut program kampus mengajar itu, dari berbagai program studi.

Mereka yang masuk program kampus mengajar itu, 75 orang mahasiswa dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), 27 orang dari Fakultas Fakultas Pendidikan Matematika, 23 mahasiswa dari Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi Informasi (FPMIPATI). Lalu 2 mahasiswa dari Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Keolahragaan.

Kampus Mengajar merupakan kegiatan mengajar di sekolah dan bagian dari program Kampus Merdeka. Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, tujuan diadakannya Kampus Mengajar yaitu; Pertama, untuk menghadirkan mahasiswa sebagai bagian dari penguatan pembelajaran literasi dan numerasi.

Kedua, membantu pembelajaran di masa pandemi, terutama untuk SD di daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal).

Penyelenggaraan program ini, seperti diketahui mendapat dukungan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

“Tantangan yang kami hadapi sangatlah besar, khususnya bagi adik-adik kita yang duduk di bangku Sekolah Dasar. Melalui Kampus Mengajar 2021, saya ingin menantang adik-adik mahasiswa untuk juga mengatakan “SAYA MAU!” Yakni mau membantu mengubah tantangan tersebut menjadi harapan,” kata Mendikbud ketika meluncurkan program Kampus Mengajar secara daring di Jakarta, Februari 2021 lalu, seperti dikutip dari Kemdikbud.go.id.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim (Foto: Istimewa)
Jadi Program Kampus Mengajar yang diluncurkan Kemendikbud itu, merupakan bagian dari Program Kampus Merdeka. Program itu, bertujuan memberikan kesempatan belajar dan mengembangkan diri di luar kelas kuliah. Program ini, melibatkan mahasiswa untuk mengajar. Nah, mereka yang terpilih, seperti ratusan Mahasiswa UPGRIS Semarang itu, akan ditempatkan di SD-SD yang membutuhkan.
Karena tugas mengajar itu tak sembarangan, maka mahasiswa yang terpilih itu sudah memenuhi syarat yang dikeluarkan Kemendikbud.  Syarat-syaratnya, seperti harus mahasiswa semester 5 ke atas dari semua program studi, minimal IPK 3.00 lalu aktif di organisasi. “Dan dengan izin atau rekomendasi dari masing-masing kampus,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Nizam.
Diakui Setara 12 SKS
Menariknya lagi, bagi mahasiswa yang mengikuti program ini mendapat pengakuan setara 12 SKS, dengan aktifitas mengajar selama enam jam mulai Senin-Jumat.

Nizam mengatakan, ada syarat khusus bagi SD Sasaran Kampus Mengajar. Berikut rinciannya:

Baca Juga  Gandeng Gofood KKN UPGRIS, Sosialisasi Pengemasan dan Pemasaran Online

– SD Sasaran Kampus Mengajar adalah SD Terakreditasi C terutama di daerah 3T.

– Mahasiswa pengajar berdomisili dekat dengan SD Sasaran sehingga tidak terjadi mobilisasi mahasiswa.

– Selama penugasan, mahasiswa pengajar berperan sebagai duta edukasi perubahan perilaku Covid 19.

Selain itu, mahasiswa yang ikut serta ke dalam Kampus Mengajar Angkatan 1 berhak mendapatkan insentif dari LPDP bagi mahasiswa.

“Bantuan biaya hidup Rp 700 ribu per bulan dan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) maksimal sebesar Rp 2,4 juta, namun tergantung besaran UKT di masing-masing kampus,” kata Nizam

Nizam juga mengatakan, dosen pembimbing lapangan juga bisa mendapat mendapat insentif dari Kemendikbud. “Kami menyediakan sertifikat juga bagi dosen pembimbing kegiatan,” ujarnya.
Program Kampus Mengajar

Adanya insentif berupa bantuan uang kuliah ini, didapat dari bantuan 118 BUMN  yang tergabung dalam Forum Human Capital Indonesia, Seperti dikutip dari laman https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/program/asisten-mengajar dalam rangka mendukung kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah bekerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan.

Sebagai contoh adalah Nota Kesepahaman dengan Kementerian BUMN terkait Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) yang dapat dilakukan mahasiswa selama 1 hingga 2 semester.

Nizam menjelaskan, kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka sesuai Peraturan Mendikbud No. 3 Tahun 2020, memberikan hak kepada mahasiswa untuk 3 semester belajar di luar program studinya.

“Melalui program ini, terbuka kesempatan luas bagi mahasiswa untuk memperkaya dan meningkatkan wawasan serta kompetensinya di dunia nyata sesuai dengan passion dan cita-citanya,” tutur Nizam dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/3/2021).

Nizam meyakini, pembelajaran dapat terjadi di manapun, semesta belajar tak berbatas, tidak hanya di ruang kelas, perpustakaan dan laboratorium, tetapi juga bisa di desa, industri, tempat-tempat kerja, tempat-tempat pengabdian, pusat riset, maupun di masyarakat.

Baca Juga  Konferwil IPNU Jateng , Muncul 3 Nama Kandidat

Bentuk kegiatan pembelajaran yang dapat diambil oleh mahasiswa berupa: kegiatan magang di Industri, mahasiswa membangun desa, mengajar di sekolah, pertukaran mahasiswa, penelitian di lembaga riset, pengembangan kewirausahaan, proyek mandiri, dan proyek kemanusiaan.

Sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi

Untuk angkatan pertama Program Kampus Mengajar ini, kemendikbud menerima 42 ribu mahasiswa, dan 100 lebih mahasiswa di antaranya adalah mahasiswa UPGRIS Semarang. Tentu saja  Rektor UPGRIS, Muhdi menyambut baik dan merasa bangga atas diterimanya mahasiswa UPGRIS dalam program tersebut.

Tak pelak Muhdi menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada mahasiswa yang telah berpartisipasi dalam program kampus mengajar angkatan pertama yang diselenggarakan oleh Kemendikbud.

“Kesempatan baik ini sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang pertama Pendidikan. Mahasiswa UPGRIS sudah mampu beradaptasi terkait proses pembelajaran serta karakteristik dunia pendidikan. Selama proses perkuliahan mahasiswa sudah mendapatkan teknik mengajar serta materi pembelajaran di sekolah,”ungkap Muhdi.

Muhdi menambahkan, media pembelajaran serta model pembelajaran mahasiswa UPGRIS sudah mendapatkan bekal yang baik selama kuliah. Mahasiswa yang mengikuti program kampus mengajar tentu akan menjadi mahaiswa yang bermakna.

“Banyaknya mahasiswa yang lolos program tersebut menjadi bukti kepercayaan pemerintah yang tinggi terhadap proses belajar mengajar di kampus UPGRIS yang baik dan berkualitas. Semoga mahasiswa UPGRIS mendapat pengalaman mengajar yang terbaik di sekolah yang tersebar di Indonesia, ” harapnya. RedG/Dicky Tifani Badi

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed