oleh

Keren, Komunitas Supermoto Semarang Bagi Takjil kepada Pengguna Jalan

Semarang- Klub penggemar motor trail yang tergabung dalam komunitas Supermoto Indonesia Semarang (SMI-S), berbagi kebaikan di bulan Ramadhan menuju H-5 lebaran ini.

Berbagi kebaikan yang dilakukan oleh mereka adalah berbagi makanan pembuka puasa (takjil) bagi pengendara yang melintas di Banjardowo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang.

Ketua Umum SMI-S, Firman Setiawan (21 tahun) mengatakan, acaranya hanya simpel dengan melakukan berbagi takjil kepada pengguna jalan yang melintas di lampu merah Genuk.

“Acaranya itu simpel cuma bagi-bagi saja, kami mempersiapkan 150 takjil berupa es campur yang dibagikan kepada masyarakat yang melintas di lampu merah Genuk, ” kata Firman saat dihubungi Gnews. Id, Minggu (9/5/2021).

Dalam kegiatan SMI-S tersebut, ungkap Firman, masyarakat sangat antusias dalam menerima takjil tersebut.

“Harapannya, bagi-bagi takjil tidak di bulan Ramadhan saja melainkan di hari biasa bisa melakukan bagi-bagi bukan hanya takjil saja semisal setelah lebaran, ” ungkapnya.

Menurut Firman, masyarakat yang sudah memandang komunitas motor itu tidak baik, SMI-S membuktikan bahwa komunitas motor dapat melakukan kebaikan kepada sesama maupun masyarakat sekitar.

“SMI Semarang masih berbenah untuk mengajak lagi anggotanya terkait bagi-bagi agar tidak dipandang sebelah mata di masyarakat bahwa kami bisa melakukan kebaikan,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pengendara motor, Febriana (22 tahun) mengaku, sangat mengapresiasi dengan kegiatan komunitas motor ini. Dia berpikir, komunitas motor sangat anarkis yang sangat meresahkan masyarakat tetapi dengan kegiatan tersebut dapat mengubah pandangan terhadap komunitas motor.

“Bagus sih jadi berkesan, klub motor mau bagi -bagi takjil. Sebelumnya, paling dari organisasi -organisasi yang lain. Berdasarkan perspektif saya, biasanya anak motor itu anarkis yang kurang baik gitu lah. Tapi dengan adanya kegiatan ini pandangan saya jadi berbeda. Semoga dengan selalu bisa melakukan kegiatan lain yang berbau kebaikan, tetap harmonis, kompak, solid untuk melakukan kebaikan-kebaikan lainnya,” pungkas Febriana.

Baca Juga  Persit  Kodim 0718/Pati, Bebas Beraktifitas Tanpa Nyeri Lutut 

Untuk diketahui, Supermoto merupakan klub motor trail yang menggunakan ban aspal tersebut biasanya digunakan untuk on road. Kedua, biasanya para pengguna Supermoto menggantikan pelek ring 17 dan pelek belakang lebar maksimal 3,5 inci yang digunakan untuk sehari-hari.

Selain ban dan pelek, biasanya para pengguna Supermoto juga menggantikan Gear dan Spakbor yang berbeda dengan motor trail untuk offroad.

Dalam kesempatan itu, Firman kembali menjelaskan berdirinya Supermoto di Kota Semarang sejak tahun 2011 yang lalu. Dia juga mengatakan, Supermoto Semarang memiliki tujuan dan mengimbau para bikers Supermoto agar mematuhi keselamatan lalu lintas dan para pengguna jalan.

SMI Semarang, menurut Firman,  merupakan bagian dari Supermoto Indonesia. Tujuan dari Supermoto Semarang tersebut untuk menaungi para pengguna Supermoto yang ada di Kota Semarang dan mempersatukan sesama Supermoto dengan tidak memandang brand apapun, pihaknya tetap menerima mereka yang sama-sama hobi motor Supermoto.

“Kita berusaha menekankan safety riding, tetap menghormati pengguna jalan dan tidak arogan di jalan. Saat ini, Supermoto Semarang memiliki sekitar 60 member aktif, ” imbuh Firman. (RedG/Dicky Tifani Badi)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed