Kebun Koleksi Kehati DLH Kota Semarang memiliki konsep pohon yang dapat berbicara

Semarang– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang melaunching Kebun Koleksi Keanekaragaman Hayati (Kehati) pada hari Jumat (20/11) kemarin. Kebun Koleksi Kehati yakni terletak di selatan kantor DLH, Jalan Tapak Raya, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.

Kepala DLH Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono mengatakan, Kebun Koleksi Kehati tersebut tidak dikenakan biaya bagi masyarakat yang ingin berkunjung.

“Saat ini masih gratis, tidak ada pungutan. Syaratnya kita minta mereka tertib. Artinya, menjaga kebersihan, tidak memetik, dan menjaga protokol kesehatan, “kata Sapto Adi Sugihartono, saat dihadapan wartawan, Jumat (20-11-2020).

Menurut Sapto Adi Sugihartono, Kebun Koleksi Kehati tersebut sifatnya edukasi.

” Edukasi untuk tempat workshop atau pelatihan digunakan masyarakat. Setiap hari Jumat kita melakukan workshop Ecobrick, “jelasnya.

Membuka untuk masyarakat, lanjut Sapto Adi Sugihartono menyampaikan, mempersilahkan untuk kelompok masyarakat untuk melakukan pelatihan Ecobrick atau memperkenalkan tanaman-tanaman yang ada di Kebun Koleksi Kehati.

“Datang kesini untuk menambah pengetahuan. Ada 55 tanaman berkategori langka yang kita miliki dengan lahan kurang lebih 1 hektare, “paparnya.

Tercatat ada pohon maja, kenari, nogosari, jambu mawar, durian monti, gayam, mundu, asem jawa, gondoriyo, pule, beraneka ragam bonsai, dan lain-lainnya.

Pohon Berbicara

Kebun Koleksi Kehati DLH Kota Semarang memiliki konsep pohon yang dapat berbicara bertujuan untuk memperkenalkan jenis-jenis pohon ke masyarakat yang sedang berkunjung.

“Disetiap pohon kita diberi karakter. Semisal pohon gede besar dan beringin berarti itu pohon asem. Contoh asem dikasih karakter ceria. Berdasarkan perspektif kita untuk melibatkan pemain teater untuk memberikan warna dari pohon. Silahkan ditafsirkan dari pohon diberi karakter seperti apa. Jadi, ketika orang lewat bisa mendengarkan seperti orang dongeng, “jelas Sapto.

Lebih lanjut Sapto, cerita dongeng di pohon tersebut diberikan speaker di dekat pohon yang dipasang rekaman suara berdurasi tiga menit.

” Ya pakai sensor. Ada orang bergerak lewat di depannya akan berbunyi. Kita akan kembangkan yang suka pakai barcode untuk mendapatkan informasi pohon tersebut. Kalo yang suka baca silahkan bisa gunakan aplikasi barcode untuk dilihat di ponsel mereka, “imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Pjs Walikota Semarang, Tavip Supriyanto, hadir dalam peluncuran soft opening Kebun Koleksi Kehati. Disela-sela keliling kebun, Tavip Supriyanto mengatakan, bahwa walaupun di Kota Semarang menjadi kota metropolitan namun masih memiliki lahan untuk membuat Kebun Koleksi Kehati. Dia berharap, kebun ini dapat dimanfaatkan untuk edukasi ke masyarakat serta menjadi daya tarik tersendiri.

“Momen yang bagus untuk memperkenalkan keanekaragaman hayati ke anak-anak dan para pelajar. Dimulai dari pohonnya nama apa, sejarahnya, dan perawatannya, “ungkap dia. (RedG/Dicky Tifani Badi)

Tinggalkan Komentar