Kendati PPKM, Bisnis Layanan Pengiriman Barang Tetap Moncer

Surabaya – Permintaan terhadap layanan pengiriman masih akan tinggi pada tahun ini. Kondisi itu masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Meski permintaan pengiriman masih banyak didominasi perorangan.

Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia Jawa Timur (Asperindo Jatim) Ardito Soepomo mengatakan, potensi permintaan terhadap layanan pengiriman masih dari kalangan perorangan. Apalagi pada masa pandemi, kecenderungan masyarakat untuk mengembangkan usaha kecil dengan menjual produk baik makanan maupun produk lain mengalami peningkatan.

”Jadi potensi pengiriman masih dari kalangan perorangan, meski demikian segmen korporasi sudah mulai bergeliat,” kata Ardito Soepomo di Surabaya, Kamis (04/02/2021).

Dampak pandemi mempengaruhi kegiatan bisnis korporasi sehingga kebutuhan terhadap layanan pengiriman tidak terlalu tinggi. Tapi kemudian sejak adaptasi kebiasaan baru dan kini meski ada pemberlakukan pembatasan kegiatan bermasyarakat (PPKM), layanan pengiriman mulai dibutuhkan kembali.

Menurut Ardito, adanya PPKM malah kian menguntungkan bisnis layanan pengiriman barang. Karena PPKM membatasi kegiatan masyarakat di luar rumah, seperti di kantor, dan sekolah. Serta pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan hingga restoran dan kafe.

”Jadi, adanya PPKM ini justru pengiriman naik. Terutama dari segmen pasar e-commerce, tidak ada dampak negatif terhadap permintaan layanan pengiriman,” tandasnya.

Sementara itu Chief Executive Officer JTL Express Arief Effendy menambahkan, Jawa Timur merupakan pangsa pasar yang potensial bagi bisnis jasa kurir. Apalagi Jatim sebagai penghubung antara Indonesia Bagian Barat dan Indonesia Bagian Timur.

Selain memanfaatkan peluang dari lalu lintas barang, pihaknya sebagai pemain baru di layanan jasa pengiriman juga secara khusus menyasar pelaku UMKM.

”Kami tidak hanya menjadikan UMKM sebagai target pasar, tapi juga mitra. UMKM itu perannya sangat penting. Mereka adalah target market yang luar biasa besarnya, tapi bagi kami UMKM juga bisa menjadi mitra yang baik,” pungkasnya. (RedG/bee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *