oleh

Kenaikan Harga Pupuk Subsidi, Nasib Miris Petani di Masa Pandemi

-Wonogiri-21 views

Wonogiri- Kebijakan penyesuaian kenaikan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi yang ditetapkan pemerintah dirasa sangat memberatkan petani jika kelangkaan pupuk masih terjadi seperti di tahun sebelumnya.

Witanto politikus Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Wonogiri , mengatakan, bahwa penyesuaian HET pupuk subsidi yang diatur dalam Permentan Nomor 49 Tahun 2020, juga mengatur tentang penambahan jumlah alokasi pupuk bersubsidi pada tahun 2021.

“Adanya penyesuaian harga menjadi naik, kami sangat keberatan dalam menerimanya, seperti tahun kemarin harga di pasaran tinggi kadang tidak sesuai HET tapi pupuk tersendat alokasinya,” kata Witanto, Jumat (8/1/2021).

Witanto berharap penambahan jumlah alokasi pupuk bersubsidi tahun ini cukup untuk memenuhi kebutuhan petani dalam menunjang produktivitas pangan nasional namun harga pupuk (HET) tidak membebani petani .

Dalam Permentan 49/2020, total alokasi pupuk subsidi pada tahun 2021 ditetapkan sebanyak 10,5 juta ton, antara lain terdiri dari urea sebanyak 4,17 juta ton, SP-36 sebanyak 640.812 ton, ZA sebanyak 784.144 ton dan NPK sebanyak 2,67 juta ton.

Alokasi pupuk subsidi sebanyak 10,5 juta ton ini lebih tinggi dari tahun 2020 yang sebesar 8,9 juta ton.

“Kami berharap pemerintah mempertimbangkan atau membatalkan kebijakan, kenaikan pupuk bersubsidi, dalam kondisi saat ini tentu sangat kurang tepat dan memberatkan petani khususnya di Wonogiri, selain di tengah menghadapi pandemi Covid-19, petani juga mengalami kegagalan beberapa musim tanam. Bahkan sebelumnya menghadapi kelangkaan pupuk bersubsidi banyak petani yang mengeluh susah dalam memperoleh pupuk bersubsidi, kadang mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi yg masih menggunakan kartu tani membikin petani kesulitan,” kata Witanto.

Sekadar informasi, Kementerian Pertanian menerbitkan kebijakan baru melalui Permentan 49/2020 yang mengatur HET pupuk subsidi.

Baca Juga  Sosialisasi Pencegahan Covid-19 di Kecamatan Nguntoronadi

Dalam peraturan tersebut, harga pupuk urea yang semula Rp 1.800/Kg naik Rp 450 menjadi Rp 2.250/Kg, lalu pupuk SP-36 dari HET Rp 2.000/Kg naik Rp 400 sehingga menjadi Rp 2.300/Kg.

Sementara itu, pupuk ZA mengalami kenaikan Rp 300 menjadi Rp 1.700/Kg dan pupuk organik granul naik sebesar Rp 300 dari semula Rp 500/Kg menjadi Rp 800/Kg. Hanya pupuk jenis NPK yang tidak mengalami kenaikan HET dan tetap Rp 2.300/Kg.(RedG/Aris)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed