oleh

Kemensos Gandeng Dukcapil Rekam KTP-el Warga Marginal

Jakarta – Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Kementerian Sosial (Kemensos) mengadakan layanan jemput bola perekaman data KTP-el kepada sekitar 136 warga marginal.

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menyatakan, pemberian identitas penduduk berupa KTP-el lengkap dengan NIK ini sangat penting sebagai pintu masuk strategi penanganan warga penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

“Data NIK dan KTP elektronik dari Kemendagri menjadi bagian penting untuk diintegrasikan dalam proses verifikasi yang sekarang dilakukan Kemensos. Untuk itu, kepemilikan KTP elektronik dengan NIK menjadi mutlak karena saat ini bantuan pemerintah diberikan kepada warga yang membutuhkan sesuai dengan alamat dan KTP,” kata Risma dalam keterangan pers yang diterima G-News.id di Jakrta, Kamis (14/1/2021).

Menanggapi hal ini, Dirjen Dukcapil Kemdagri Zudan Arif Fakrulloh menyatakan, pihaknya sedang mencari solusi yang paling mudah, dan tidak menimbulkan masalah hukum sehingga tujuan program perlindungan sosial bagi warga PMKS itu bisa tercapai.

“Saran saya bereskan dulu semua yang warga marginal yang datanya sudah jelas ada dalam database kependudukan Dukcapil. Dari 136 warga marginal yang ada sebanyak 49 warga sudah ada datanya dan langsung kami cetakkan KTP-el mereka. Ini menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Ke-49 warga marginal itu, kata Zudan, setelah diverifikasi nama serta tempat dan tanggal lahirnya cocok datanya di database kependudukan Dukcapil. KTP-el yang sudah dicetak di kantor Dukcapil pun sudah habis dibagikan di lokasi acara hari ini juga.

“Selanjutnya sebanyak 68 warga PMKS itu sudah dicek secara biometrik dan demografik, yakni dengan mencocokkan sidik jari, iris mata di database Dukcapil,” tuturnya.

Hasilnya, sebanyak 15 warga yang cocok datanya langsung dicetakkan KTP-el nya kemudian langsung diserahkan pada yang bersangkutan. Selanjutnya, sebanyak 17 warga ada datanya dalam SIAK dilanjutkan perekaman.

Baca Juga  Layanan Dokumen Kependudukan Bisa Diakses Online

“Sedangkan sisanya memerlukan verifikasi yang lebih mendalam untuk mengecek apakah yang bersangkutan sudah terdata dengan nama lain, atau benar-benar belum terdata,” pungkas Zudan. (RedG/Ong)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed