oleh

Kemenparekraf Segera Siapkan Program Pendampingan bagi Pelaku Ekraf

Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan, pihaknya akan merancang program pendampingan bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) agar dapat menghasilkan produk ekraf berdaya saing tinggi. Tidak hanya untuk pasar tanah air, tapi juga internasional.

Hal ini disampaikan Sandi setelah melihat potensi besar yang dimiliki desa wisata Desa Wisata Sukarara dan Desa Sade, di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Mulai dari budaya, kehidupan masyarakat, juga deretan produk ekonomi kreatif seperti kuliner serta tenun Songket yang begitu indah.

“Saya tadi sudah mendengar keluhan-keluhan dari para pelaku ekraf di sini, pertama kendala di pemasaran, kedua permodalan, ketiga adalah peningkatan SDM (sumber daya manusia) di sini. Kita akan merancang program sehingga bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah NTB untuk menciptakan peluang dan lapangan pekerjaan seluas-luasnya,” kata Sandi dalam keterangan pers yang diterima g-news.id di Jakarta, Sabtu (16/1/2021).

Menurut dia, dalam program pendampingan ini, pihaknya akan melibatkan desainer-desainer terbaik tanah air agar produk kriya yang ada di Desa Sukarara dan Desa Sade bisa menembus pasar tidak hanya nasional melainkan pasar global.

Sebagai informasi, Desa Sukarara dan Desa Sade merupakan daerah penghasil kain songket yang terkenal di Lombok. Bahkan, ketenaran kain tenun Desa Sukarara sudah berhasil menembus pasar internasional. Untuk menjadikan satu kain tenun sepanjang satu meter, butuh waktu hingga tiga bulan dalam menenunnya.

“Produk-produk yang sudah memiliki kualitas internasional dari segi desain perlu pendekatan kekinian. Saya juga akan menjalin kerja sama dengan beberapa teman di luar negeri untuk menarik desainer terbaik. Apabila Desa Sukarara dan Sade siap, kita akan membuat program sinergi untuk memacu peningkatan kualitas produk,” ujar Sandi.

Baca Juga  Lowongan CPNS Tahun 2021 Segera Dibuka

Sementara itu, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengatakan, kendala pelaku ekraf di tengah pandemi saat ini adalah terkait pemasaran. Pemprov NTB sendiri, kata dia, sebelumnya telah meluncurkan program NTB Shop untuk membantu para pelaku ekonomi kreatif di NTB dalam memasarkan produk.

“Jadi Pemda mengambil semua produk-produk UMKM dan kita distribusikan melalui Bumdes atau melalui atau melalui platform kita. Jadi kita bisa belanja. Sehingga apabila sudah terbentuk pasarnya dan adanya feedback peningkatan kualitas, bisa didistribusikan ke luar NTB,” tuturnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hari Sungkari menyatakan, pihaknya memiliki program pendampingan dan pelatihan goes digital. Di mana para pelaku ekonomi kreatif akan diberikan pelatihan tentang bagaimana memasarkan produk UMKM secara digital, mulai dari teknik foto hingga pengemasan produknya, sehingga seluruh subsektor ekonomi kreatif terlibat.

“Saya berharap tenun disini tidak hanya tergantung wisatawan yang datang saja, melainkan seluruh Indonesia bahkan internasional bisa membeli hasil karya tenun Desa Sukarara dan Desa Sade tanpa harus datang kesini,” pungkas Hari. (RedG/Ong)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed