Kelola Limbah Rumah Tangga, Mahasiswa KKN UPGRIS Ajak Lakukan 3 R

Semarang – Workshop sustainability development melalui penerapan zero waste 3R (reuse, reduce, and recycle) limbah rumah tangga, merupakan salah satu progran kegiatan budang lingkungan yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) di Kelurahan Palebon. Kegiatan yang dilaksanakan berbarengan dengan arisan rutin warga RT 07, RW 09 kel. Palebon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang dengan narasumber dosen Prodi pendidikan Biologi UPGRIS, Dra. Eny Hartadiyati W. H., M. Si., Med. dan mahasiswa KKN UPGRIS 2020, Priyantoro, Sabtu (1/2).

Workshop yang bertujuan memberdayakan masyarakat untuk bebas atau mengurangi sampah melalui mengurangi limbah rumah tangga dengan cara penerapan zero waste 3R (reuse, reduce, and recycle) untuk mendukung pembangunan berkelanjutan (sustainability development).
Pembangunan berkelanjutan merupakan pembangunan yang dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan di masa depan.

Pembangunan berkelanjutan mencakup kesetaraan antara 3 (tiga) perspektif dalam kehidupan yaitu aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi. Ketiga aspek tersebut merupakan payung setiap manusia dalam hidup. Salah satu kegiatan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan yaitu mengurangi sampah (zero waste) dengan memanfaatkan limbah rumah tangga (reuse, reduce, and recycle). Limbah rumah tangga secara garis besar dibagi menjadi dua yaitu limbah organik dan anorganik.

“Pemanfaatan limbah organik dapat dibuat menjadi pupuk organic dan ecoprint, sedangkan limbah anorganik dapat menjadi ecobrick” tutur Eny.

Lebih lanjut Eny mengemukakan, “salah satu contoh pembangunan yang berkelanjutan yaitu adanya ecoprint, ecoprint merupakan produk dengan memanfaatkan pigmen yang terkandung pada daun (warna daun)”.

Tagline “buanglah sampah pada tempatnya” merupakan hal yang sangat familiar untuk masyarakat Indonesia. Akan tetapi, pada zaman sekarang ini tagline tersebut harus ada pembangunan dan pemgembangan yaitu melalui penerapan zero waste dengan 3R (reuse, reduce, and rcycle).

Sampah atau limbah rumah tangga yang di kumpulkan dari hari demi hari dapat menjadi melimpah sehingga dapat menimbulkan kerusakan lingkungan maupun kesehatan. Adanya penerapan zero waste dengan 3R dapat memanfaatkan barang yang tak berguna menjadi berguna lagi.

“limbah organik seperti sayuran, buah-buahan, dan nasi basi dapat digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk organic cair, sedangkan limah anorganik seperti plastic kresek, botol plastic dls dapat dibuat menjadi ecobrick” tutur Priyantoro.

Dikemukakan oula ileh Yayan panggilan akrab Priyantoro,
“pemanfaatan limbah rumah tangga tersebut dapat diaplikasikan untuk membuat taman yaitu ecobrick, kemudian pupuk organic cair dimanfaatkan untuk memberi nutrisi tanaman pada tamanan tersebut”. (RedG/Priyantoro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *