Bulukumba – Kabar ditangkapnya Romahurmuzy sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) dinilai berefek besar hingga ke pelosok tanah air.

Salah satunya di Bulukumba Sulawesi Selatan, suara berlambang ka’bah tersebut dinilai mendapat respon negatif dikalangan warga Bulukumba, khususnya komunitas pemuda melek politik.

Ketua Umum Fraksi Muda Indonesia (FMI) Bulukumba, Kamaruddin mengatakan bahwa tertangkapnya Romi menjadi bukti bahwa Partai gagal dalam memberikan pendidikan politik kepada Masyarakat.

“Ini menjadi bukti bahwa partai saat ini sibuk dengan urusannya dan lupa dengan tugasnya memberikan pendidikan politik kepada masyarakat secara menyeluruh,” Ujar Kamaruddin, Jumat (22/03).

Kasus yang menimpa Romi tidak hanya menjadi kabar buruk demokrasi Indonesia, tetapi hal ini dinilai menjadi beban moral bagi Caleg PPP dalam pesta demokrasi tahun ini.

“Sebut saja di Bulukumba ya, ini merugikan Caleg PPP karena secara moral dalam satu bendera yang sama. Tetapi itu tetap menjadi konsekuensi berpartai, pimpinan kena kasus semua pasti ngikut ke bawah,” Ucap Kamaruddin.

Namun secara garis besar, Aktivis mahasiswa ini berharap masyarakat sudah bisa memilih mana wakil yang mampu memberikan pendidikan politik yang baik, bukan yang haus akan kekuasaan apalagi bibit-bibit koruptor dimasa yang akan datang.

“Masyarakat sekarang sudah cerdas, dia tau mana yang bisa memperjuangkan aspirasi dan jauh dari desas-desus Koruptor” Harap Kamaruddin.

Tinggalkan Komentar