oleh

Kapolres Bagikan 287 Buku Rekening Britama dan 138 ATM

Caption: Kapolres Bangka Barat AKBP Fedriansah S.IK Bagikan secara simbolis 287 buku tabungan dan 138 ATM

Bangka Barat – Sebanyak 287 buku tabungan BRI Britama beserta 138 kartu ATM dibagikan kepada warga Desa Belo Laut Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat. Hal ini bukti nyata kegiatan Kapal Isap Produksi (KIP) yang berproduksi berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Didampingi sejumlah perwira Polres Bangka Barat, perwakilan BRI, Waka Unit Penambangan Laut Bangka dan Kabag Waskip Bangka Barat, serta perwakilan mitra KIP Belo Laut.

Kapolres Bangka Barat, AKBP Fedriansah S.IK menjelaskan dalam sambutannya sebelum membagikan buku tabungan dan kartu ATM secara simbolis kepada warga di Ruang Catur Prasetya Polres Bangka Barat. Selasa, 05/01/2021.

” Jumat ini sudah bisa semua dan InsyaAllah hari jumat nanti sumbangan pertama kali di tranfser dari rekening penampung ke rekening panitia dari 138 ATM yang sudah siap dibagikan, kekurangannya menyusul, pembagian akan diserahkan langsung kepada perwakilan dusun sisanya dibagikan kepada perwakilan panitia, ” ungkap Kapolres.

Selain itu, Kapolres menjelaskan bahwa sedikitnya ada sekitar Rp 700.000.000 dana yang sudah terkumpul dan akan dibagikan ke 1.000 rekening masyarakat dan 180 rekening nelayan ditambah untuk dana desa.

“Mudah-mudahan acara ini bisa memberikan informasi ke masyarakat Belo Laut dan panitia tetap seperti tujuan dibentuk dan kedepan bisa lancar dan KIP bekerja sesuai target,” harap kapolres.

Sementara itu, Wakil Kepala Unit Penambangan Laut Bangka (UPLB) mewakili PT Timah, Tbk, Wijaya dalam kesempatan pembagian buku tabungan dan ATM warga ini mengatakan, setiap penambangan selalu ada pro dan kontra tinggal bagaimana kemudian kita menyikapi.

Menurut Wijaya, Izin Usaha Penambangan (IUP) PT Timah, Tbk di Bangka Barat mempunyai cadangan sangat potensial sehingga sayang jika amanat negara tidak dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  Polres Pemalang Beri Rasa Aman Jemaat Gereja di Comal

“Ini suatu apresiasi untuk Desa Belo Laut yang sudah lama kita tinggalkan sejak tahun 2015, Setiap beroperasi selalu ada kendala tapi PT Timah Tbk tetap sesuai arahan dalam beroperasi,” tutur Wijaya.

Kemudian Wijaya menambahkan penggunaan kartu ATM oleh warga untuk penarikan pembayaran dana kompensasi KIP seperti di Belo Laut yang pertama di wilayah operasional PT Timah, Tbk. (RedG/Prima).

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed