oleh

Kajian Prioritas Kepemimpinan Indonesia di ASEAN dalam Bidang Politik dan Keamanan

Jakarta – Rabu, 8  Februari  2023  pukul  13.00–16.00 WIB, Komisi Ilmu Sosial – Akademi  Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) dan  The Habibie  Center  menyelenggarakan seminar nasional bertajuk, “Kajian  Prioritas  Kepemimpinan  Indonesia di ASEAN dalam  Bidang  Politik dan Keamanan” bertempat di Ruang  Serbaguna Lantai 4, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jl. Medan Merdeka Selatan No.11, Jakarta Pusat, DKI Jakarta.

 

Seminar  ini dibuka   dengan sambutan  dari  Prof. Dr. Satryo Soemantri Brodjonegoro selaku Ketua   Akademi   Ilmu  Pengetahuan  Indonesia  (AIPI).  Pidato  kunci   disampaikan  oleh   H.E. Sidharto R. Suryodipuro selaku Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri Republik  Indonesia dan  pidato  penutup disampaikan oleh  Bapak  Mohammad  Hasan Ansori, Ph.D. selaku Direktur Eksekutif The Habibie Center.

Narasumber dalam seminar ini adalah Prof. Dr. Dewi Fortuna Anwar, M.A. (Anggota Komisi Ilmu Sosial – Akademi  Ilmu Pengetahuan Indonesia, Ketua Dewan  Pengurus The Habibie Center, dan Profesor Riset  BRIN),  H.E. Yuyun Wahyuningrum  M.A. (Perwakilan Indonesia untuk  ASEAN Intergovernmental Commission on  Human  Rights (AICHR)), Prof. Hikmahanto Juwana,  Ph.D. (Rektor   Universitas  Jenderal  Achmad  Yani,  Guru  Besar  Hukum   Internasional  Universitas Indonesia),  dan  dimoderatori  oleh  Prof.  Mayling  Oey-Gardiner  (Ketua  Komisi  Ilmu  Sosial  – Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia).

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, telah  menerima palu tanda estafet kepemimpinan  di  ASEAN dari  Perdana  Menteri   Kamboja,  Hun  Sen,  pada Upacara Penutupan KTT Ke-40 dan  Ke-41, yang berlangsung di Phnom Penh, Kamboja, pada tanggal 13 November 2022.  Dengan  penyerahan ini, Indonesia secara resmi menggantikan posisi Kamboja sebagai ketua  ASEAN untuk tahun  2023.

Keketuaan Indonesia mengusung tema “ASEAN Matters: Epicentrum  of Growth.” memuat aspirasi  Indonesia  untuk  menjadikan  ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi global  untuk  menyongsong potensi ekonomi Indonesia selepas pandemi. Selain  itu, komponen “ASEAN Matters” menggarisbawahi keinginan Indonesia untuk  menegaskan relevansi ASEAN di dalam  dan  luar kawasan. Relevansi  ASEAN kerap  dipertanyakan  dalam  menghadapi  berbagai isu intra dan ekstra-regional.

Baca Juga  Pos Terpadu Alam Barajo Nyaman untuk Beristirahat

Penyelesaian  kasus Myanmar   merupakan salah  satu isu internal  yang  kerap  menghadirkan perdebatan  intens  terhadap  peran   ASEAN dalam  mencapai  stabilitas  kawasan.  Indonesia berulang  kali  menegaskan pendiriannya  dalam  mengimplementasikan  Five-Point  Consensus dalam menghadapi krisis kemanusiaan dan  politik di Myanmar. Secara bersamaan, Indonesia turut mendorong dialog mengenai isu Rohingya.

Peran  ASEAN pun  turut   diuji  dalam  menanggapi  isu  Laut  Cina  Selatan.  Indonesia  secara konsisten  mempromosikan  dialog  di bawah mekanisme  ASEAN. Meskipun  negosiasi  Code  of Conduct   (CoC)  masih bergulir, Menteri  Luar  Negeri  Republik  Indonesia, Retno  Marsudi telah menyampaikan  keinginan  Indonesia  untuk   mengintensifkan  dialog   mengenai  CoC.  Upaya tersebut  merepresentasikan  tradisi  Indonesia  dalam mengedepankan  dialog  dan mengupayakan posisi yang kohesif di antara negara-negara ASEAN.

Dinamika  dan  interaksi dari  kedua  isu di atas akan  mendefinisikan kemampuan ASEAN dalam mempertahankan relevansinya dalam merespons isu-isu politik keamanan di bawah keketuaan Indonesia.

Melalui seminar ini, Komisi Ilmu Sosial – AIPI dan  The Habibie Center bertujuan untuk mensosialisasikan  peran    Indonesia  sebagai  Ketua   ASEAN 2023   dan   untuk   memberikan masukan kebijakan  pemerintah,  mengingat  aspirasi  komunitas  ASEAN adalah  people-oriented dan  people   at  the  centre.   Seminar  ini juga  kan  mengkaji dan  mengeksplorasi prioritas dan tantangan  kepemimpinan  Indonesia  sebagai  Ketua  ASEAN 2023   dalam  bidang   politik  dan keamanan, serta mengkaji peran  aktif Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2023 dalam memberikan berbagai alternatif solusi untuk menjaga kestabilan politik dan keamanan regional.

Seminar  ini merupakan seri  pertama dari  rangkaian  seminar  yang  akan  dilaksanakan  selama tiga  kali pada 2023.  Rangkaian seminar ini akan  menghadirkan praktisi dan  akademisi yang berpartisipasi aktif untuk memberikan masukan dan mempertemukan berbagai perspektif mengenai Keketuaan Indonesia di ASEAN pada tahun  2023.(RedG)

Baca Juga  Belum Lama Dibangun Proyek Bandar di Desa Terentang Sudah Rusak

 

Komentar

Tinggalkan Komentar