oleh

Jenderal Dudung Raih Gelar Doktor dengan Nilai Cumlaude di Trisakti

JAKARTA– Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman meraIh gelar doktor ilmu ekonomi dengan nilai cumlaude.

Gelar doktor diraih setelah menjalani sidang promosi doktor ilmu ekonomi di Universitas Trisakti, Jakarta Barat. Jenderal Dudung hadir dalam Yudisium Wisudawan, di Ballroom Hotel Aston Kartika Grogol, Jumat (28/4/2023) pagi.

Menurut keterangan pers yang diterima kantor pusat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Jenderal Dudung lulus setelah memaparkan disertasinya berjudul ‘Pengaruh Strategic Leadership Style dan Green Human Resource Management terhadap Management Performance Kodam Jaya yang Dimediasi oleh Team Work Management’.

Suami dari Rahma Setyaningsih tersebut juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak. Ucapan terima kasih yang pertama kepada rektor Universitas Trisakti, promotor dan kopromotor penguji. “Ucapan yang setinggi-tingginya kepada keluarga dan, istri saya. Semoga ini akan menjadi berkah bagi kita semuanya. Terima kasih,” kata Dudung dalam sambutannya.

Lebih jauh dikatakannya konsep green human resources management dalam memimpin penting dilakukan. Sebab nantinya akan menciptakan team work yang baik.

“Jadi kepemimpinan dengan style green human resources management dengan keteduhan, maka ini berpengaruh positif pada team work dalam melaksanakan tugas. Menjadi pemimpin tidak perlu punya ketegangan, amarah, dan murka. Dengan pendekatan green human resources nantinya akan menjadikan pemimpin dicintai,” tambahnya.

“Ini sering saya lakukan, pendekatan-pendekatan sentuhan sentuhan kepada prajurit. Tidak adanya ketegangan, tidak ada marah-marah tidak ada murka, tidak ada penekanan-penekanan. Justru dengan pendekatan ini, dengan empati yang lebih bagus, maka prajurit akan melaksanakan tugas dengan baik dan akhirnya team work ini akan menjadi solid,” katanya lagi.

Dudung juga menyinggung soal keberanian pemimpin dalam mengambil keputusan. Leadership style diwujudkan dalam keberanian menghadapi dalam mengambil sebuah keputusan. Terkadang kita harus putuskan dengan situasi dan kondisi tentunya dilatarbelakangi dengan informasi yang didapat, prosedur dilaksanakan sesuai dengan ketentuan.

Baca Juga  Berani Korupsi Anggaran Covid-19 untuk Kepentingan Pilkada, Hukuman Mati Menanti

“Sebab ciri pemimpin harus mengambil keputusan kalau keputusan itu benar, berarti bagus, kalau salah, masih bagus daripada tidak berani sama sekali. Membangun lingkungan yang nyaman bagi seluruh prajurit yang pada akhirnya menumbuhkan kecintaan,” imbuhnya.

Selain Rahma, dalam momen bahagia tersebut, Jenderal Dudung didampingi putri sulung Nadine Aqmarina Setyaningsih dan cucu pertamanya, Kenryu Abdurachman El Ausy.

Sebagi informasi, daftar penguji dalam sidang sebelumnya antara lain ketua penguji sekaligus Rektor Universitas Trisaksi Kadarsah Suryadi, sekretaris penguji Dekan FEB Universitas Trisakti Yolanda Masnita Siagian, promotor Willy Arafah, kopromotor Kusnadi.
Kemudian anggota penguji internal Farida Jasfar dan Zainal Effendi Berlian serta penguji eksternal Ninik Rahayu dan Pantja Djati.(RedG/*)

Komentar

Tinggalkan Komentar