oleh

Jelang Pemilu, Bawaslu Wonogiri Gelar Budaya dan Doa Bersama

Wonogiri – Setelah menggelar apel siaga pengawasan pemilu 2019 di komplek GOR Giri Mandala, Bawaslu Wonogiri menggelar gelar budaya dan doa bersama di Lapangan Giri Krida Bakti, Wonogiri , Jumat (12/4) malam.

Hadir Ketua Bawaslu Wonogiri Ali Mahbub beserta jajaran,Ketua KPU Wonogiri Toto Sih Setyo Adi perwakilan Forkompinda, Ketua FKUB Topo Broto dan tamu undangan lain.

Acara tersebut juga dimeriahkan oleh hiburan band dan seni tari yang juga disaksikan oleh para pengunjung Alun- alun Giri Krida Bakti.

Dalam sambutannya Ketua Bawaslu Ali Mahbub mengatakan pemilu adalah perayaan pesta demokrasi yang patut dirayakan oleh bangsa Indonesia.

Ali menjelaskan tinggal 5 hari lagi seluruh anak bangsa yang sudah punya hak pilih akan memilih pada pemilu yang jatuh pada hari Rabu 17 April 2019.

“Pemilu 2019 adalah pemilu pertama serentak untuk memilih presiden dan wakil president, DPR RI, DPD, DPRD Propinsi, DPRD Kabupaten, aspek keserentakan bisa sebagai ujian bagi Bawaslu yang 11 tahun menjaga kualitas pemilu,” ujarnya.

Ali mengatakan tugas mengawasi pemilu adalah tugas mulia.

Dikatakannya, sebelum memasuki 17 April 2019, pihaknya akan mengawasi masa tenang pada 14 sampai 16 April 2019, dimana masa tersebut adalah waktu krusial karena menguji integritas.

“Masa tenang penuh kecurangan saling menjatuhakan dengan cara-cara yang dilarang seperti money politic dan kampanye hitam yang mengancam persatuan bangsa,” katanya.

“Pada masa tenang para calon mungkin menggunakan segala cara untuk menang , salah satunya adalah politik uang yang menghancurjan martabat pemilu,” sambungnya.

Ali menghimbau agar menolak politik uang demi kualitas pemilu . Pihaknya telah melakukan berbagai pengawasan partisipatif antara lain desa partiipatif dan komunitas partisipatif.

Baca Juga  Usia Ke 40, FKPPI Dituntut Tetap Solid dan Kompak

Sementrara Wakil Bupati Edi Santosa mengungkapkan acara tersebut merupakan dukungan moral.

“Doa bersama menjelang pemilu berjalan lancar agar menjadi pemilu bersih dan bermartabat,” bebernya.

Edi menjelakan pemilu menjadi sarana pembagunan ke depan dan harus dilaksanakan dengan bersih.

“Sukses pemilu bukan hanya keamanan namun juga demi kedaulatan rakyat , rakyat mampu memilih pemimpin berkualitas,” ujarnya.

Edi menambahkan salah satu indikator pemilu sukes dengan tingginya pemilih.

“Jangan golput pada anak muda, anak muda merupakan elemen suksesi.Pemilu harus dilaksanakan dengan bahagia,” tegasnya. (RedG)

Komentar

Tinggalkan Komentar