oleh

Jelajah Sejarah Indonesia, Buku Panjang dan Menarik

Solo – salah satu yang melatarbelakangi adalah tidak  ingin Sejarah bangsa ini tercecer. Mengumpulkan dokumentasi sejarah masa lalu menyusunnya sebagai lini masa. Merangkumnya menjadi sebuah buku yang menarik untuk dipelajari. Demikian fakta yang mengemuka dalam bedah buku di Rumah Budaya Keratonan Surakarta Jawa Tengah, Selasa (27/08).

Bedah buku sekaligus pameran buku terpanjang tersebut dihadiri dari berbagi intansi pemerintahan, masyarakat dan dunia pendidikan.

Buku yang tercatat dalam rekor Musium Rekor Indonesia (MURI) tahun lalu sebagai buku terpanjang di dunia yang diterbitkan oleh FORTUGA ITB yaitu “JEJAK SEJARAH INDONESIA ”

Dengan ukuran panjang 11 meter 73 cm lebar 45 cm dengan74 halaman bolak balik dengan bobot 3 kilogram, menurut pemilik Rumah Budaya Cristina Maharani Tanjung kegiatan bedah buku sekaligus pameran buku terpanjang tersebut agar sejarah itu lebih menarik untuk dipelajari.

”Sejarah itu seksi. Bagaimana anak anak bisa menyukai untuk mau mempejari sejarah, jangan sampai sejarah itu ditinggalkan,” terangnya.

Lebih lanjut ia berharap anak anak mau datang ke Rumah budaya untuk mempejari sejarah bangsa karena buku tersebut di kemas secara menarik karena bisa dipelajari secara bersama sama.

Buku yang disusun hampir satu tahun melibatkan  belasan tim penyusun tersebut merangkum peristiwa mulai dari sejarah dunia terbentuk. Sejarah nabi, budaya, mata uang, para pemimpin bangsa, capaian negara Indonesia hingga kebencaaan  dicetak secara khusus.

Sambungan antar halaman menggunakan liminasi agar lebih kuat dan tahan lama.
Cetakan buku pertama sebanyak seribu exemplar dengan harga per buku Rp. 750. 000 akan diedarkan ke instasi pemerintah dan sekolah sekolah.

Menurut projek manager penulisan buku Jejak Sejarah Indonesia Sapta Putra Yadi kegiatan pameran buku ini adalah kali kedua setelah acara sebelum di Jakarta yakni di Museum Sejarah.

Baca Juga  Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Per 24 Februari Capai 1.306.141 Kasus

”Sasaran kami adalah buku ini sampai sekolah sekolah agar sejarah bisa dipelajari bersama sama. Bisa dipajang di dinding sekolah. Kedepan akan kami cetak ulang bahkan dengan versi berbahasa Inggris dan hasil dari penjualan rencananya akan kami kembalikan ke dunia pendidikan,” kata dia.

Sapta berharap hadirnya buku tersebut bisa memudahkan mempelajari sejarah yang selama ini banyak tercecer dan menyulitkan dalam mempelajari sejarah itu sendiri.(RedG/Yusuf C)

 

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed