oleh

IPR: Pengganti Idham Azis Harus Penuhi 5 Kriteria Ini

Jakarta – Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin mengatakan, pengganti Jenderal Idham Azis sebagai Kapolri yang akan dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus memenuhi sejumlah kriteria sehingga bisa menjadikan Polri lebih maju dan modern.

“Sosok tersebut setidaknya memiliki beberapa kriteria, sehingga benar-benar bisa menjadi harapan rakyat Indonesia,” kata Ujang dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (8/1/2021).

Adapun beberapa kriteria yang harus dimiliki sosok calon Kapolri baru tersebut menurut Ujang adalah pertama, harus memenuhi syarat sesuai Udang-Undang (UU )dan peraturan yang berlaku, terutama Jenderal bintang tiga.

“Kriteria kedua adalah memiliki track record yang bagus, jenjang karirnya jelas dan tidak cacat,” katanya.

Ketiga, lanjut Ujang, yakni sosok yang memiliki prestasi di bidang penegakkan hukum dan lain-lain. Dan poin keempat, adalah memiliki kedekatan dengan Presiden Jokowi, sehingga bisa menjamin dan tangkas dalam mengendalikan keamanan dan kenyamanan dalam negeri, agar Indonesia akan lebih fokus dan produktif.

“Dengan kata lain, sosok tersebut punya chemistry dengan Presiden Jokowi, serta bisa mengamankan Presiden baik dari segi kebijakan maupun langkah politik kebangsaannya,” kata Ujang.

Dan yang terakhir, lanjut Ujang, adalah harus memiliki komitmen untuk melanjutkan reformasi di internal kepolisian dan komitmen terhadap penegakkan HAM.

“Reformasi di internal Polri ini harus terus berjalan dan harus diperkuat, sehingga kedepan kepercayaan terhadap institusi Polri juga meningkat,” terangnya.

Sebagai informasi, Ketua Kompolnas sekaligus Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Prof. Mahfud MD telah menyerahkan 5 nama Jenderal Bintang kepada Presiden Jokowi sebagai calon Kapolri baru. 5 nama-nama tersebut dipilih berdasarkan hasil rapat pleno yang dilakukan Kompolnas.

Namun, dari nama-nama tersebut, dikabarkan tinggal tersisia tiga nama yang masih akan menjadi pertimbangan Presiden. Mereka adalah Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo, Komjen Gatot Eddy Pramono, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar. (RedG/ong)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed