oleh

Ini Pesan Wali Kota Batam Saat Memperingati Hari Jadi Kota Batam

Batam – Upacara peringatan Hari Jadi ke-191 Batam berlangsung meriah di Dataran Engku Putri, Jumat (18/12/2020). Kegiatan itu pula disejalankan pawai budaya dari paguyuban yang ada di Batam.

Upacara tersebut dipimpin langsung Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, dihadiri Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Batam, Sekda Batam, Jefridin Hamid, dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Batam.

Wali Kota Batam menyampaikan, momentum peringatan Hari Jadi Batam kali ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah tetap melaksanakan upacara dan rangkaian kegiatan lain dengan mempertimbangkan protokol kesehatan di tengah pandemi Penyakit Virus Corona 2019 (Covid-19).

“Ini menjadi momentum kita bersama menghormati pendirinya Kota Batam, para pendahulu yang sudah menjadikan Batam modern hingga saat ini,” ujar Rudi.

 

Wali Kota Batam Muhammad Rudi memberikan bantuan kepada salah satu paguyuban di Batam foto Humas Pemko Batam untuk G-News

 

Dalam kesempatan itu, Rudi berpesan agars suluruhmasyarakat Batam, bersama melawan Covid-19 dengan mematuhi cara protokol kesehatan; memakai masker, menjaga jarak, dan memakai tangan dengan sabun.

Jangan abai, kita ingin Batam bebas dari Covid-19, kata dia.

Tak hanya itu, Rudi juga meminta masyarakat-sama menjaga kerukunan di Batam mengingat daerah ini adalah miniaturnya Indonesia. Ia ingin Batam tetap kompak dan mampu manjaga kesatuan di tengah berbedaan yang ada.

“Ini demi pembangunan daerah ini. Maka, kita harus menjaga kerukunan Batam,” ujarnya.

Salah satu penampilan di Hari Jadi Kota Batam ke 191 Tahun. Foto Humas Pemko Batam untuk G-News

 

Di akhir acara, pada peringatan Hari Jadi ke-191 Batam tersebut, jahe 26 paguyuban dengan pakaian adat masing-masing dalam budaya. Selain dari paguyuban, juga tampil dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Batam dan Lembaga Adat Melayu (LAM).

Masing-masing peserta pawai menampilkan pakaian adat hingga kesenian daerah asal. Seperti dari Banten, saat di depan panggung utama, menampilkan debus kesenian.

Tak hanya dari Banten, daerah lain yang menghitung dalam pawai budaya tersebut yakni Riau, Jawa Timur, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jambi, Aceh, Jawa Barat, Jakarta, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Tangah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Bali, Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Maluku Utara.

Usai kegiatan, Rudi menyerahkan bantuan masker untuk semua paguyuban dan menyaksikan penyerahan bantuan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dari bjb kepada Dewan Pendidikan Kota Batam. (RedG / Bayu).

 

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed