oleh

Ini Kronologi Penggagalan Penyelumdupan Baby Lobster

JAMBI – Tim Gabungan terdiri dari Korpolairud Baharkam Polri, Ditpolairud Polda Jambi dan PSDKP menggelar Konferensi Pers atas Keberhasilan menggagalkan penyelundupan Benih Lobster sebanyak 125.684 ekor dan menyelamatkan kerugian negara sebesar 25 Milyar Rupiah. (13/05/24)

Bertempat di Aula Kantor Polairud Polda Jambi Kasubdit Gakkum Korpolairud Baharkam Polri Kombes Pol Donny Charles Go, menguraikan Kronologis tentang keberhasilan dalam menggagalkan Penyelundupan benih lobster yang bernilai Pantastis, kegiatan Konferensi Pers inipun dihadiri oleh Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Mulia Prianto, Dir Pol Airud Polda Jambi Kombes Pol Agus Tri Waluyo, dan Direktur PSDKP Dr. Drama Panca Putra serta instansi terkait lainnya.

Dalam Konferensi Pers tersebut, Kasubdit Gakkum Korpolairud Baharkam Polri menjelaskan “Pengungkapan kasus penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL) ini karena adanya kerja sama Korpolairud Baharkam Polri, dan Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda Jambi dan dibantu oleh rekan-rekan dari PSDKP dan membuahkan hasil telah diamankan Para Pelaku dan Barang bukti” Ujarnya.

Dirpolairud Polda Jambi Kombes Pol Agus Tri Waluyo di tempat terpisah mengulangi lagi tentang apa yang disampaikan oleh Kombes Pol. Donny Charles Go, ia mengatakan “bahwa pengungkapan tersebut didasari adanya informasi dari masyarakat, sehingga tim gabungan ini segera melakukan penyelidikan terhadap laporan tersebut dan membuahkan hasil, kami mengamankan 3 orang pelaku dan barang bukti BBL berjumlah 125.684 ekor serta barang bukti pendukung lainya di dua tempat berbeda” Ujarnya.

Kombes Pol Agus Tri Waluyo menambahkan bahwa BBL tersebut berasal dari Lampung dan sekitaran pulau Jawa dan akan dikirim ke Singapura, BBL tersebut dikemas dalam packing basah kemudian dikirim menggunakan mobil, namun ketika tiba di Jambi mereka kami gagalkan” Ujarnya.

Baca Juga  DIREKTUR POLAIRUD POLDA JAMBI Gelar Pelatihan Peningkatan Kemampuan Personel

Atas kejadian ini para pelaku akan di persangkakan pada Pasal 92 jo Pasal 26 ayat (1) UU RI. No.45 tahun 2009 tentang Perikanan dengan hukuman Pidana penjara paling lama delapan tahun dan denda paling banyak Satu Miliar Lima Ratus Ribu Rupiah. (RedG/*)

Komentar

Tinggalkan Komentar