oleh

Ini Informasi Jenis Vaksin dan Kriteria Kelompok Penerima Vaksin Covid-19

Jakarta – Program vaksinasi Covid-19 di Tanah Air telah dimulai pada Rabu (13/1/2021) kemarin. Di mana Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah orang pertama yang disuntik vaksin dan disusul jajaran menteri, pejabat negara, hingga influecer.

Meski demikian, ada sejumlah kelompok dan golongan yang belum diperbolehkan mendapat vaksin, diantaranya adalah kelompok orang berusia dibawah 18 tahun dan diatas 60 tahun. Artinya, yang boleh menerima vaksin adalah orang dengan usia 18 – 59 tahun saja.

Menurut Satgas Covid-19, saat ini pengembangan vaksin untuk anak-anak masih direncanakan di beberapa kandidat vaksin yang ada. Namun, untuk lansia atau usia 60 – 89 tahun, Satgas menyebutkan sudah ada kandidat vaksin yang dapat disuntikkan.

Namun, untuk lebih jelasnya, kenali terlebihdahulu batas usia dan informasi terkait jenis-jenis vaksin Covid-19 berikut ini:

Vaksin Sinovac-Bio Farma

Indonesia menggunakan vaksin Sinovac yang izin penggunaan daruratnya (EUA) telah diterbitkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dengan efikasi sebesar 65,3 persen. Berdasarkan data, vaksin Sinovac melakukan uji klinis terhadap dua kolompok usia, yaitu dewasa (18-59 tahun) dan lansia (60 tahun ke atas). Melalui uji klinis, vaksin Sinovac diberikan sejumlah dua dosis dengan selang waktu 14-28 hari.

Vaksin Oxford-AstraZeneca

Vaksin ini merupakan jenis vaksin adenovirus, dan saat ini vaksin Oxford-AstraZeneca baru diuji pada sukarelawan dewasa yang sehat berusia antara 18-55 tahun di Inggris, Brasil, serta Afrika Selatan. Dalam pengujian itu, relawan menerima dua dosis suntikan antara empat hingga 12 minggu.

Data sementara uji klinis menunjukkan vaksin ini memiliki kemanjuran keseluruhan sebesar 70 persen. Negara yang telah mengeluarkan EUA untuk vaksin Oxford-AstraZeneca di antaranya Inggris, India, Argentina, Republik Dominika, El Salvador, Meksiko, dan Maroko.

Baca Juga  Berhasil Terbitkan Buku, Mahasiswa Saintek Bangga

Vaksin Sinopharm

Vaksi Sinopharm merupakan pengembangan vaksin Corona yang berasal dari pelemahan virus BBIBP-CorV. Berdasarkan hasil uji klinis tahap 3 sementara, vaksin asal China itu menunjukkan kemanjuran hingga 79%.

Vaksin Sinopharm telah disuntikkan kepada orang sehat berusia antara 18 hingga 80 tahun, dengan dua dosis vaksin per relawan. Negara-negara yang telah memberikan EUA kepada vaksin ini selain China, meliputi Uni Emirat Arab, Bahrain, serta Mesir.

Vaksin Pfizer-BioNTech

Vaksin Pfizer-BioNTech telah digunakan di Inggris, Bahrain, Kanada, Meksiko, AS, Singapura, Chili, Oman, Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Eropa. Vaksin ini merupakan vaksin COVID-19 yang berbasis mRNA.

Vaksin Pfizer-BioNtech akan disuntikkan dalam dua dosis dengan selang waktu selama 21 hari. Berdasarkan data yang dirilis, ada tiga kelompok relawan yang menerima suntikan vaksin, di antaranya kelompok usia 12-15 tahun, usia 16-55 tahun, dan 55 tahun ke atas. Data uji klinis tahap 3 menunjukkan kemanjurannya hingga 95%.

Vaksin Moderna

Batas usia vaksin COVID-19 vaksin Moderna diperuntukkan bagi orang yang berusia 18 tahun ke atas. Dalam pengujian, satu relawan menerima dua dosis suntikan vaksin dengan selang waktu 28 hari. Vaksin ini pun diklaim memiliki kemanjuran hingga 94,1 persen.

Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, dan Israel telah menerbitkan EUA untuk vaksin Moderna. Saat ini, Moderna diketahui tengah meluncurkan uji coba vaksin bagi remaja berusia antara 12 hingga kurang dari 18 tahun.

Vaksin Novavax

Vaksin Novavax menjadi salah satu vaksin yang akan digunakan di Indonesia. Vaksin ini dilaporkan baru melakukan uji klinis tahap 3 terhadap vaksin Covid-19 yang bernama NVX-CoV2373 di Amerika Serikat.

Batas usia vaksin Covid-19 Novavax masih dibatasi di rentang usia 18 hingga 59 tahun. Hasil uji klinis tahap 1 menyebut penerima vaksin mengembangkan respons antibodi dengan berbagai dosis suntikan. (RedG/Ong)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed