oleh

Ibu Durhaka , Tega Aniaya Anak Kandung

Demak – Seorang ibu yang berinisial S, umur 36 tahun di Demak, Jawa Tengah diduga telah menganiaya anak kandungnya sendiri yang berinsial A (19). Kejadian tersebut berujung ke polisi.

Berdasarkan keterangan Polres Demak, kejadian bermula pada Jum’at (21/8/2020) sekitar pukul 17.00 WIB. Kronologi awal bermula saat korban ditemani dengan bapak korban hendak mengambil pakaian yang masih tertinggal di rumah tersangka di dirumah Desa Banjarsari RT.04 RW 04, Kecamatan Sayung, Kab. Demak.

Diketahui, sejak perceraian kedua orang tuanya korban sudah tidak tinggal bersama ibunya (tersangka).

Bapak korban saat itu meminta tolong untuk di dampingi oleh Kepala Desa Banjarsari Haryono  untuk mengambil pakaian korban yang masih tertinggal dirumah.

Haryono pun menghubungi Ketua RT setempat  untuk ikut mendampingi korban dan Bapak korban.

Setelah itu korban, Bapak Korban didampingi ketua RT  berangkat bersama – sama menuju kerumah S (tersangka).

Sesampainya dirumah S, korban masuk rumah bersama dengan Bapak Korban bersama dengan Ketua RT dan Kades tersebut. Lalu tersangka marah – marah kepada korban dan rombonganya dengan mengatakan “kamu tu anak durhaka lapo koe neng kene” (kamu itu anak durhaka ngapain kamu disini),” katanya pada korban.

Tak memperdulikan ucapan S, korban kemudian mencari baju namun tersangka  mendekati korban sambil marah lagi dengan mengatakan “koe golek i opo klambimu wes tak buak wes tak bakar” (kamu mencari apa bajumu sudah aku buang sudah aku bakar),” tutur S.

Kemudian korban diam saja tidak menjawab amarah tersangka. Tak sampai disitu tersangka langsung mendorong saksi korban.

Setelah itu korban bergegas keluar dari rumah namun S mengejar korban dan menarik kerudung lalu rambut korban dijambak sampai korban mundur kebelakang beberapa langkah. Kemudian dari belakang terangka mencakar sebanyak 1 (satu) kali mengenai pelipis kiri korban sampai pelipis kiri korban terluka mengeluarkan darah.

Baca Juga  Ansor Gajah Mungkur Tegaskan Kesetiaan Pada NKRI

Setelah itu tersangka mencakar hidung saksi korban sebanyak 1 kali sampai hidung korban terluka.

Selanjutnya korban dipisah oleh Bapak korban, Ketua RT dan Pak Kades yang ikut mengantar.

Setelah itu korban keluar rumah dan ketika korban keluar dari rumah, tersangka S masih mengejar korban dan membentak – bentak lalu saksi korban segera masuk kedalam mobil langsung pergi meninggalkan rumah.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Fahrul Rozi mengatakan pada prinsipnya pihaknya menindaklanjuti semua laporan dan aduan, pihaknya juga telah mencoba upaya  mediasi namun dari pihak pelapor tidak menghendaki mediasi tersebut dengan alasan ibunya sudah sering berselingkuh dengan laki laki lain dan tidak mau mengakui kesalahannya.

“Selanjutnya kita laksanakan penyidikan, dan Alhamdulillah berkas perkara sudah dinyatakan lengkap oleh JPU (P.21), kita laksanakan tahap 2 atau pelimpahan berkas perkara dan barang bukti kepada kejaksaan pada hari Selasa minggu depan,”ungkapnya.

Terkait dengan penahanan, lanjut AKP Fahrul Rozi, pihaknya memiliki alasan objektif dan subjektif, dimana pada alasan objektif bahwa persangkaan pasal dapat dilakukan penahanan sedangkan alasan subjektif dikhawatirkan tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatan.

Berdasarkan informasi dari Kepolisian, tersangka sudah dicerai oleh suaminya (Bapak korban) karena ketahuan selingkuh oleh anak-anaknya di salah satu hotel di Bandungan. (RedG/Dicky Tifani Badi)

Komentar

Tinggalkan Komentar

1 komentar

News Feed