oleh

HUT Ke-14 RSUD Bendan, Walikota Resmikan Ruang Hemodialisa dan Ruang Jlamprang

Kota Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan melalui RSUD Bendan berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pada momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 RSUD Bendan, Walikota Pekalongan, Achmad Arslan Djunaid meresmikan Ruang Hemodialisa dan Ruang Jlamprang, Senin (22/5/2023).

Walikota Aaf, sapaan akrabnya berharap RSUD Bendan semakin baik dalam pelayanannya serta semakin komplit alat kesehatannya. “Hari ini kami meresmikan ruang untuk cuci darah atau Ruang Hemodialisa, ada penambahan alat juga. Sekarang ada 14 alat cuci darah yang sangat membantu warga. Untuk cuci darah sebelumnya RSUD Bendan merujuk pasien, Alhamdulillah sekarang sudah bisa tertangani langsung di sini,” terang Aaf.

Menurut Aaf ini bukan hanya membantu masyarakat Kota Pekalongan tetapi juga masyarakat luar Kota Pekalongan. Selain Ruang Hemodialisa, Aaf juga meresmikan Ruang Jlamprang yang telah direnovasi agar sesuai dengan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).

“Ruang Jlamprang ini sekarang sudah sangat baik dan representatif, semoga dapat diimbangi dengan perbaikan pelayanan ke pasien. Mudah-mudahan secara psikologis dengan ruangan yang nyaman membuat pasien lebih semangat dan cepat sembuh,” kata Aaf.

Ditekankan Aaf pada momen HUT RSUD Bendan yang terpenting adalah peningkatan pelayanan, introspeksi ketika ada komplain, jadikan cambuk atau acuan untuk perbaikan RSUD Bendan. “Alhamdulillah selama ini RSUD Bendan sudah berjalan sangat baik, terus lakukan perbaikan agar ke depan lebih baik lagi,” pesan Aaf.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Bendan, dr Dwi Heri menjelaskan, usai apel akbar HUT RSUD Bendan, dilakukan persemian Ruang Hemodialisa, dulu ada 10 mesin di ruang lama ini ruang baru siap 14 mesin. “Ini menambah akses pasien yang memerlukan layanan cuci darah,” beber dr Dwi Heri.

Baca Juga  Yuk Vaksin, Menuju Herd Immunity Jambi

Lanjut dr Dwi Heri menerangkan, setelah peresmian Ruang Hemodialisa dilanjut dengan peresmian Ruang Jlamprang yang telah dilakukan renovasi sesuai standar pemerintah atau KRIS. “Ruang ini nantinya peruntukannya bagi pasien rawat inap pasien bedah. Semakin baik atau nyaman akan mendorong kesembuhan pasien. Total ada 40 tempat tidur dari 16 kamar. 12 kamar masing-masing 2 tempat tidur, dan 4 kamar masing-masing 4 tempat tidur,” pungkas dr Dwi Heri. (RedG/Ali)

Komentar

Tinggalkan Komentar