oleh

Hasil Uji Klinis Vaksin Sinovac Capai Angka Efikasi 63,5%, Artinya?

Jakarta – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny K Lukito menyatakan, pada Senin (11/1/2021), bahwa Badan POM telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin Sinovac.

Pemberian izin EUA ini, lanjut Penny, setelah tim peneliti di Bandung yang melakukan uji klinis vaksin Sinovac menemukan angka efikasi 65,3 %. Artinya, vaksin Sinovac berhasil menurunkan penyakit pada partisipan yang disuntik vaksin tersebut.

“Hasil analisis terhadap efikasi vaksin CoronaVac (vaksin Sinovac) dari uji klinik di Bandung menunjukkan efikasi sebesar 65,3%. Dan berdasarkan laporan efikasi vaksin di Turki adalah sebesar 91,25%, serta di Brasil sebesar 78%,” ungkap Kepala BPOM Penny K Lukito dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring oleh BPOM, Senin (11/1/2021).

Penny mengatakan, dengan efikasi 65,3%, maka vaksin COVID-19 Sinovac sudah memenuhi standar pemberian izin darurat. Hal ini kata dia, telah memenuhi standar persyaratan organisasi kesehatan dunia (WHO) yang memberikan persyaratan vaksin harus memiliki efikasi minimal 50%.

Kendati ada perbedaan angka efikasi uji klinis vaksin yang sama di tempat berbeda, kata Penny, hal ini bisa terjadi karena berbagai faktor. Misalnya seperti jumlah subjek, pemilihan populasi subjek, karakterisik subjek, dan kondisi lingkungan bisa turut memengaruhi.

“Hal yang terpenting adalah tiap uji klinis menunjukkan efikasi di atas 50%, memenuhi standar WHO. Artinya vaksin dinilai cukup mampu untuk menurunkan kejadian penyakit,” pungkasnya.

Disamping itu, Penny juga mengungkapkan, bahwa berdasarkan hasil uji klinis di Bandung, vaksin Sinovac juga dilaporkan berhasil membentuk antibodi pada 99,23%.

Seperti diketahui, pada 13 Januari nanti, program vaksinasi akan segera dilaksanakan secara serempak di seluruh Indonesia. Di mana Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang pertama yang akan menerima vaksinasi.

Baca Juga   Ingat! Ini Kriteria dan Batas Usia yang Tak Boleh Divaksin

Indonesia sendiri telah memiliki sebanyak 3 juta dosis vaksin Sinovac. Vaksin ini pun telah disebarkan ke seluruh provinsi, kabupaten/kota di seluruh Indonesia. (RedG/Ong)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed