oleh

Harianto, Puskesmas Muntok ditutup Untuk Sementara Waktu

*caption, Harianto Kepala Puskesmas Muntok Kabupaten Bangka Barat*

Bangka Barat – Penutupan Puskesmas Muntok dalam melakukan pelayanan disebabkan petugas pelayanan yang berjumlah 60 orang tengah menjalani swab test dan isolasi mandiri yang disebabkan terpaparnya Covid19 terhadap satu orang pegawainya yaitu Ny LD Hal ini diungkapkan Harianto selaku Kepala Puskesmas Muntok,Kamis (10/12/2020) pagi

“Pegawai kita ini ada yang terpapar 1 orang, Pegawai ini adalah kepala ruangan UGD yang rutin mengikuti kegiatan di lapangan, dia sebagai kepala ruangan UGD tentunya dia aktif melakukan tindakan keperawatan di UGD, Jadi karena dia kontak erat dengan hampir 60 pegawai di pelayanan, kita menutup layanan ini karena pegawai yang melayani itu sedang menjalani swab, isolasi mandiri di rumah,” ungkap Harianto

Pegawai yang positif Covid19 tersebut disebutkan Harianto, merupakan pegawai aktif melakukan tindakan keperawatan dan kontak erat hampir dengan seluruh pegawai, sehingga perlu dilakukan penutupan pelayanan.

“Karena tidak ada orang yang melakukan pelayanan dikarenakan mereka harus di swab, kalau orang di swab kan nggak mungkin melakukan aktivitas pelayanan, kasihan sama pasien yang tidak tahu. Jadi kami ambil kebijakan menurut himbauan Pak Ahmad, Pak Sekda serta Pak Hendra ya kita tutup sampai dengan hasil swab negatif,” imbuhnya

Di jelaskan bahwa Swab yang dilakukan kepada 60 pegawainya tersebut, dikatakan Harianto akan dilaksanakan pada hari ini (10/12), sampai dengan selesai, dan jika hasil keseluruhan negatif, kantor pelayanan akan segera dibuka kembali.

“Kami jam 8.30 ini swab, kalau pakai mobil itu nggak nggak lama hasilnya, kalau negatif kita buka langsung pelayanan lagi, kalau selesai hari ini kalau tidak selesai dilanjutkan besok, intinya sampai hasilnya betul-betul negatif semuanya keluar,” jelasnya

Baca Juga  Pasca Bencana, Bupati Pemalang Berikan Bantuan

Di jelaskan lagi oleh Harianto belum mengetahui penyebab penularan dari Ny LD, yang terkonfirmasi Covid19 tersebut, dan tengah dilakukan tracking.

“Dari mana dia terpapar, kami juga masih bingung kayaknya transmisi lokal karena beliau ini aktif melakukan swab dilapangan, rapid, pengobatan dan sebagainya rutin, dan karena demam sekitar berapa hari, hilang rasa, tidak ada penciuman, tenggorokan tidak enak. Kami tidak melihat dari mana perjalanannya tapi itu adalah tanda-tanda ke covid dan Kami swab pakai mobil Combat ternyata positif,” jelasnya

Di tambahkan Harianto bahwa ia juga meminta kepada masayarakat untuk tidak panik, karena pelayanan di Rumah sakit lainnya masih bisa dilakukan dan mengingatkan tetap menerapkan Prokes.

“Himbauan kepada masyarakat tetap 3 M dan jangan panik karena semua pegawai Puskesmas Muntok sudah dideteksi, di lakukan tatalaksana swab, artinya kalau dia negatif dia bisa melakukan pelayanan lagi,” pungkasnya. (RedG/Prima).

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed