Pengunjukrasa di depan kantor DPRD Kabupaten Pemalang

Pemalang РRatusan Sopir angkot, angkutan elf, bis 3/4 dan becak di kota Pemalang hari ini mogok  narik atau mogok angkut penumpang. Hal ini dilatarbelakangi dengan tuntutan para sopir untuk menertibkan  ojeg online (ojol) baik roda dua maupun roda empat yang ada di Kabupaten Pemalang. Ratusan sopir memarkir kendaraannya di depan kantor bupati Pemalang dan kantor DPRD Kabupaten Pemalang, Kamis (1/11/2018).

Di fasilitasi komunitas rakyat Gereh Pethek yang dipimpin oleh Andi Rustono, perwakilan pengunjukrasa di terima wakil rakyat dari komisi B.

Diwakili oleh Fahmi Hakim, DPRD Kabupaten Pemalang menerima perwakilan pengunjukrasa di ruang sidang. Hadir pula perwakilan pemerintah Kabupaten Pemalang dari dinas Perhubungan dan bagian hukum Setda Pemalang dan pihak kepolisian.

Para pengunjukrasa mempermasalahkan sikap transportasi online baik ojek online (ojol) roda dua maupun empat yang suka ngetem di beberapa tempat strategis. Disamping itu ditengarai oleh beberapa sopir angkot maupun elf ada oknum pengendara ojol tidak menggunakan aplikasi ketika menarik penumpang.

Tentunya sopir angkot, elf, becak juga mentolerir keberadaan ojol di Kabupaten Pemalang, asalkan saling menghormati dan saling pengertian.

Sedangkan sopir bus 3/4 masih mempermasalah keberadaan bis besar yang beroperasi di terminal Belik yang tidak mematuhi kesepakatan yang telah disepakati sebelumnya.

Mogok narik, Angkot di parkir di depan kantor bupati Pemalang

“Sikap kami ambil atas dasar bahwa Undang-undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas
dan Angkutan Jaian serta Peraturan Pemerintah Nomer 74 tahun 2014 tentang angkutan jalan masih berlaku. Negara harus melindungi PLAT KUNING. Setidaknya kesepakatan lokal sama-sama kita hormati. Sebagai langkah tepat Daerah sambil menunggu Kebijakan dikeluarkan secara jelas dan tegas. Terkait peraturan dan hukum. Kebijakan yang adil dan merata bagi
setiap pihak dan tidak boleh timpang di satu sisi. Bahwa kami para angkutan Konvensional sangat mendukung Pemerintah (Dishub) dan Lantas Polres Pemalang menegakan disiplin jika para pengemudi angkutan konvensional yang melanggar. Baik soal jalur trayek, ketidaklayakan kendaraan dan sebagainya. Jangan segan-segan menindak dan jangan kendor.” kata Andi mewakili para sopir di Pemalang.

Disepakati dalam audiensi ini disepakati besok Jum’at akan bertemu antara perwakilan sopir angkot, elf, becak, bus 3/4 dengan pengelola atau perwakilan ojol, bis besar serta beberapa pihak terkait. Serta meminta pada sopir untuk mengakhiri aksi mogoknya. (RedG)

Tinggalkan Komentar