oleh

Hal yang Perlu Disampaikan Guru saat Pembagian Rapor Sekolah

Opini 

Penulis : Astutiati, M.Pd – Kepala Sekolah SD N Karang, Wedi, Klaten

 

Klaten – Asesmen Sumatif Akhir Semester Gasal Tahun Pelajaran 2023/2024 jenjang pendidikan dasar dan menengah baru saja usai. Setelah menyelenggarakan Asesmen Sumatif Akhir Semester Gasal Tahun 2023, para murid atau orang tua/wali murid akan menerima hasil belajar dalam bentuk rapor biasa atau e-rapor. Rapor merupakan laporan guru kepada orang tua/wali murid berupa buku berisi nilai kepandaian dan prestasi belajar murid di sekolah. Di sisi lain, e rapor merupakan rapor dalam aplikasi yang terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Nilai rapor dibuat dua kali dalam setahun pada akhir semester ganjil dan genap. Fungsi rapor sebagai laporan guru kepada orang tua atau wali murid atas perkembangan anak mereka selama menempuh pendidikan.

Pada saat pembagian rapor, guru dituntut untuk dapat menyampaikan perkembangan akademik murid secara obyektif dan faktual. Tentu saja ada beberapa hal yang harus disampaikan guru saat pembagian rapor kepada orang tua/wali murid. Selain lewat rapor, guru wali kelas juga bertugas dalam menjelaskan perkembangan pendidikan yang dicapai murid kepada orang tua / wali murid. Harapannya melalui penyampaian rapor dan pesan dari guru ini dapat memberi pemahaman orang tua terhadap perkembangan anak yang komprehensif. Dengan adanya diskusi/sharing singkat juga dapat menjalin jalan menemukan solusi terbaik bagi anak untuk meningkatkan prestasi di periode pembelajaran selanjutnya.

Kesibukan para wali kelas untuk menuntaskan tugas penyusunan rapor tampak di sekolah-sekolah, khususnya di SD Negeri Karang yang beralamatkan di Jalan Ahmad Yani No.78, Pandes, Wedi, Klaten, Jawa Tengah yang terdiri dari 10 kelas (Kelas 1, 2A, 2B, 3A, 3B, 4, 5A, 5B, 6A, dan 6B) dan terdiri dari 213 murid.

Pelaksanaan Kurikulum Merdeka pada Sekolah Dasar memiliki fase penerapan yang berbeda. Setiap fase kurikulum merdeka untuk Sekolah Dasar ini memiliki implementasi yang berbeda-bedadengan menyesuaikan perkembangan muridnya. Dalam Kurikulum Merdeka (Kurmer) untuk jenjang pendidikan dasar, strukturnya dibagi menjadi 3 fase utama yaitu Fase A, B, dan C. Untuk Fase A meliputi kelas 1 dan 2, Fase B meliputi kelas 3 dan 4, dan Fase C meliputi kelas 5 dan 6. Fase ini juga diterapkan dalam penilaian rapor Kurikulum Merdeka, sehingga dalam pelaksanaan belajar mengajar tahap Fase ini sangat diperlukan.

Baca Juga  Manajemen Pentahelix Menuju Pariwisata Pemalang Berdaya

Fase A menjadi awal dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka yang lebih menekankan penguatan dan pengembangan kemampuan literasi dan numerasi dasar murid. Sedangkan mata pelajaran yang diajarkan untuk dua kelas yang ada di dalam Fase ini juga tidak sebanyak dua Fase lanjutan setelah Fase ini.

Pada Fase B, murid mulai dikenalkan dengan sejumlah mata pelajaran baru yang sebelumnya belum diterapkan di Fase A, antara lain mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) yang menjadi mata pelajaran wajib sejak murid mulai memasuki kelas 3 atau dimulainya Fase B.

Sedangkan pada Fase C, murid mulai disiapkan pada pendidikan untuk jenjang selanjutnya meskipun penguatan literasi dan numerasi tetap menjadi bagian dari evaluasi guru, sekaligus tetap mengedepankan proses pembelajaran berdasarkan minat dan bakat dari masing-masing murid. Dalam istilah Fase lebih lanjut dalam Kurikulum Merdeka terdapat dalam penguatan Profil Pelajar Pancasila di tingkat sekolah dasar yang telah diatur dalam proporsi beban belajar murid yang terdiri dari pembelajaran intrakurikuler serta Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang beban belajarnya telah ditetapkan sebesar 20 persen dalam setiap tahun.

Berdasarkan kalender akademik pendidikan Tahun Pelajaran 2023/2024,  pembagian raport  hasil capaian belajar siswa semester gasal tahun pelajaran 2023/2024 dilakukan pada minggu ketiga bulan Desember 2023, tepatnya pada hari Sabtu, 16 Desember 2023. Pembagian rapor di SD N Karang, Wedi, Klaten, Jawa Tengah ini dilakukan dengan menghadirkan orang tua/wali murid ke sekolah. Hal ini penting dilakukan oleh sekolah, karena selain sekolah menyampaikan rapor secara langsung kepada orang tua/wali murid, sekolah bisa menampung beberapa aspirasi, masukan, dan umpan balik terhadap hasil belajar murid selama satu semester.

Baca Juga  Urgensi Apel Pagi Dalam Upaya Pembentukan Karakter Anti -Korupsi pada Petugas Pemasyarakatan di Rutan Klas IIB Demak 

Saat pembagian rapor, guru harus menyampaikan berbagai informasi tentang  murid kepada orang tua/wali muridnya secara personal. Diskusi ini dapat berlangsung dengan durasi singkat maupun lebih lama sesuai dengan kebutuhan. Orang tua /wali murid diharapkan mampu memahami perkembangan anak mereka setelah mendapatkan pembelajaran dalam periode waktu tertentu. Nilai capaian hasil belajar siswa dalam rapor bukan semata-mata tanggungjawab  guru di sekolah, tetapi peran dan tangguangjawab orang tua/wali murid sangat menentukan.

Adapun hal-hal yang harus disampaikan oleh guru wali kelas kepada orang tua/wali murid  saat membagikan rapor adalah:

  1. Menyampaikan terkait kemajuan dan pertumbuhan akademik murid di sekolah berdasarkan observasi di kelas, data nilai ujian, portofolio, tugas yang pernah diberikan, dll.
  2. Menanyakan keseharian murid di rumah guna membantu guru dalam memahami secara lebih baik terkait keunggulan, kebutuhan, perilaku, dan gaya belajar murid.
  3. Mendiskusikan rencana pendidikan murid selanjutnya. Guru wali kelas dapat mendiskusikan strategi pengayaan atau keterlibatan dalam mendukung murid dalam melakukan pembelajaran apapun dengan harapan dapat membantu guru dalam memberikan rekomendasi pelajaran atau program terbaik bagi murid sesuai minat bakatnya.
  1. Menyampaikan ada tidaknya kendala pada murid, karena peran orang tua/wali murid besar dalam menemukan solusi dari kendala tersebut.
  2. Menyampaikan update program sekolah. Momen ini sangat tepat untuk menyampaikan informasi baru tentang sekolah kepada orang tua/wali murid, sehingga guru dapat menyampaikan pembaruan atau perubahan program sekolah jika ada.
  1. Menyampaikan saran dan rekomendasi pendidikan tambahan. Pada momen ini guru dapat menyampaikan saran dan rekomendasi pendidikan tambahan bagi murid yang bermanfaat serta dapat mengasah minat dan bakatnya sehingga berguna bagi orang tua/wali murid maupun murid itu sendiri. (RedG)

 

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Komentar