oleh

Gudang Dinas Sosial Pacitan Tidak Muat Lagi Menampung Bantuan

Pacitan – Masyarakat terdampak Covid-19 ini oleh dinas Sosial akan disentuh melalui bantuan bersifatnya reguler dan langsung. Hal ini dikemukakan oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pacitan Drs. Sunaryo, MM Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pacitan Saat ditemui ruangannya.

“Dana dari APBN ini sejumlah kurang lebih 65 rb per (Keluarga Penerima Manfaat) KPM dalam program  (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) DTKS serta semua sudah diusulkan dikementrian sosial”, kata Sunaryo, Selasa (5/5).

Lebih lanjut Sunaryo menerangkan bahwa masyarakat penerima manfaat, hampir r semua sudah dapatkan baik melalui program PKH (Program Keluarga Harapan), BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), sembako 9 bulan, Beras Sejahtera APBD (Rastra-Da), Pangan Kelurahan. Program Kementerian sosial ini sudah ada yang cair sebelum Covid-19.

“Eksekusinya dikementerian sosial, kita tinggal mantau. Sudah ada yang cair sebelum Covid-19, sepeti BPNT Sembako, PKH. Dicairkan melalui Bank. Baik BRI, BNI, Bank Mandiri dan juga melalui PT. POS tapi BST seperti ini ada sudah cair atau pun belum. Ada pula belum cair seperti BPNT 9 bulan, bansos pangan propinsi belum cair lalu bansos pangan seperti dampak ekonomi sementara masih dalam pengadaan barangnya”, ungkapnya.

Dalam pandemi corona ini, dampak ekonomi seperti ini tidak dapat dilihat kaya atau miskin, semuanya ada kriterianya.

“Kami melihatnya tidak kaya atau miskin tapi menggunakan NIKnya dari sisi kedoublelannya program reguler adalah program PKH mau pun BPNT yang 200 ribu. Kami sudah menghadap ke Bupati. Kita sampaikan gudang kami tidak cukup menampung bantuan lagi dan kami menerima arahan bapak Bupati serta kita memohon disegerakan, sudah masuk di bulan Mei ini”, papar Kepala Dinas Sosial Pacitan.

Multiple efek ekonomi atau efek domino ekonomi atas wabah Covid-19 sangat terasa di semua darrah, seperti di daerah Pacitan, khususnya di daerah obyek wisata. Pengunjung wisata ke Kabupaten Pacitan tidak ada secara otomatis pedagang dan lain lain di lingkungan pariwisata terdampak langsung.

Baca Juga  Paslon 1 Aktif Bekampanye Resmi, Paslon 2 Belum Pernah, Ada Apa?

“Kalau diluar pariwisata itu kita langsung eksekusi karena dampak langsung pada posisi dia tidak berjualan lagi. Otomatis penjualannya turun atau tidak ada masukkan. Itu salah satu contohnya, sehingga kita bisa segera eksekusi dan distribusi karena terdampak dimulai April”, pungkasnya.

Saat dikonfirmasi dikantornya Kepala Disparpora Pacitan T Andi Faliandra mengakui Untuk penutupan kawasan pariwisata masih berlanjut.

“Sampai tanggal 29 Mei ini dan bila dirasakan akan berlanjut lagi dilihat kondisi dan situasi perkembangan covid-19 ini” , papar Kepala Disparpora Pacitan itu. (RedG/Soni EA)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed