Semarang – Workshop paket 2 mengenai Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Android dan Pemanfaatannya pada Aplikasi KTA AGPAII Digital untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diselenggarakan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kota Semarang. Workshop yang diikuti guru pendidikan agama Islam jenjang TK, SD, SMP, SMA/SMK, SLB se-Kota Semarang berlangsung melalui fasilitas Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui streaming youtube pada Rabu (1/7/2020).

”Workshop ini, diharapkan guru agama Islam belajar dan berlatih bersama-sama, dan lalu kita bisa memenuhi harapan-harapan masyarakat, harapan dari peserta didik, harapan dari bapak ibu pemangku kepentingan, bahwa guru agama Islam memang harus meningkatkan kapasitas untuk mendidik puluhan ribu peserta didik dari jenjang TK sampai SMA di Kota Semarang,” jelas Ketua DPW AGPAII Jateng, Dr Muhammad Ahsan, S.Ag.,M.Kom

Turut mengikuti workshop secara daring Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Sapto Giri, SH, MM., Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang., Drs. H. Muhdi, M. Ag., Direktur Eksekutif Wahid Foundation Jakarta, Mujtaba Hamdi., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Jawa Tengah, yang diwakili Kasi SMK, Lilik Rachmawti, SE., M. Si. Kepala Kesbangpol Kota Semarang yang diwakili Kabid Ketahanan Bangsa, Wahyudi Harso, SH., MH. Kasi PAIS Kantor Kemenag Kota Semarang, Drs. Abdul Ghafur, M. Sy., Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Lely dan KH. Drs. Ruhaini., Ketua DPW AGPAII Jateng, DR. Muhammad. Ahsan, S. Ag., M. Kom, Pokjawas PAI Kantor Kemenag Kota Semarang/ Dewan Penasehat DPD, H. Mohamad Faojin, S.Ag.,M.Ag.,M.Pd. Drs. H. Sadi, M.S. I. Drs. H. Sihabudin Lubis, M.Pd., Drs. H. Darlin, M.Pd, Pengurus DPC AGPAII tingkat Kecamatan se-Kota Semarang, Pengurus FKG TK, KKG SD, MGMP SMP, MGMP SMA dan MGMP SMK Kota Semarang, dan peserta Guru Agama Islam (GPAI) di semua jenjang dari TK, SD, SMP, SMA/SMK, SLB se Kota Semarang.

Rencana kegiatan yang seharusnya dihadiri Wali Kota Semarang, namun karena bersamaan dengan acara, akhirnya diwakilkan Kepala Dinas Pendidikan kota Semarang, Gunawan Saptogiri SH, MM.

“Sebelumnya, saya menyampaikan permohonan maaf dari Bapak Wali Kota Semarang, yang tidak bisa mengikuti workshop ini karena ada acara bersamaan, beliau menyampaikan permohonan maaf dan salam hormat kepada seluruh peserta workshop, mudah-mudahan tanpa kehadiran bapak Wali Kota bisa berjalan dengan baik, dan sesuai dengan tujuan workshop,” katanya.

Dalam sambutan Wali Kota Semarang yang dibacakan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Sapto Giri, SH, MM., mengatakan, bahwa Wali Kota Semarang, H. Hendrar Prihadi, SE, MM sangat mengapresiasi inisiatif AGPAII Kota Semarang atas komitmen serta keseriusan dalam upaya bersama memajukan pembangunan dunia pendidikan di Kota Semarang melalui penggunaan aplikasi KTA AGPAII yang digunakan untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Di akhir sambutan dan pengarahanya, Gunawan Sapto Giri, SH, MM., mengingatkan kepada GPAI di semua jenjang, baik TK, SD, SMP, SMA/SMK, SLB yang belum punya KTA untuk segera memiliki KTA AGPAII Digital.

“Kepada GPAI yang ada di Kota Semarang, saat ini guru agama di Kota Semarang masih ada 681 yang belum memiliki atau mendaftar KTA AGPAII. Maka kami himbau dan kami mohon untuk membuat KTA AGPAII,” tuturnya.

Hal itu dibenarkan oleh Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) AGPAII Kota Semarang, Ahmad Fadlol, S. Ag., M. Pd.I., bahwa masih ada 60-70 % persen guru agama Islam di Kota Semarang yang belum memiliki KTA AGPAII Digital.

“Untuk guru PAI di semua tingkat atau jenjang di Kota Semarang ada sejumlah 1073 orang, secara defacto, seluruh GPAI adalah anggota AGPAII (Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia). Tapi secara dejure, yang memiliki KTA AGPAII untuk Kota Semarang, baru 393 orang untuk laporan pada pagi ini, sehingga ada sekitar 70 % atau 60 persen, yang belum punya KTA ini,” katanya.

Menurutnya, KTA AGPAII Digital sangat berguna bagi pelayanan kepada peserta peserta didik, untuk pembelajaran guru agama setiap hari. Ia berharap, atas dukungan dari guru agama semuanya, insyaAllah sebentar lagi di Kota Senarang kita bisa mencapai 100 % yang memiliki KTA AGPAII, karena pintu gerbangnya aplikasi ini adalah KTA.

Dia juga menyampaikan, bahwa menghadapi pandemi covid-19 yang sudah berlangsung selama kurang lebih 3 bulan lebih, guru Agama Islam harus memastikan pelayanan terhadap peserta didik tetap berjalan dan terpenuhi dengan baik.

“Jangan khawatir untuk guru Agama Islam, kalau untuk PJJ menguras kuota internet, alhamdulillah AGPAII sudah bekerjasama dengan telkomsel selama 3 tahun kedepan yaitu dengan mendapatkan paket super murah, 50 gb hanya berbayar 100ribu, insyaAllah cukup untuk satu bulan, dan selama 3 tahun kedepan kita kerjasama bagi GPAI yang berKTA AGPAII. Ini bisa dimanfaatkan untuk PJJ,” katanya.

PJJ Moderat dan Toleran
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang, Drs. H. Muhdi, M. Ag dalam sambutanya, menguatkan dan menyerukan kepada semua guru agama Islam di Kota Semarang untuk tetap menanamkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin dalam aktifitas Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kepada peserta didik.

“Guru agama harus menjadi pionir-pionir yang religius sekaligus nasionalis, dalam rangka mewujudkan makna dan arti ajaran agama Islam yang rahmatan lil alamin, sehingga kita hidup di Indonesia, yang pancasila, yang berbhineka, yang menjadi hamba yang taat dan tunduk pada agama dan peraturan pemerintah, sehingga kita akan sa’adah di dunia dan di akhirat,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Wahid Foundation Jakarta, Mujtaba Hamdi menyampaikan apresiasi kepada AGPAII Kota Semarang dan juga apresiasi yang sangat tinggi kepada Kemenag, dan juga Dinas Pendidikan di Kota Semarang, karena terus mengembangkan pendidikan untuk moderasi agama, dan toleransi agama yang damai, yang menjadi agenda penting dari pendidikan di Indonesia.
Dalam kegiatan workshop ini, dia mengatakan, GPAI tidak pernah lelah di masa pandemi ini untuk terus mengajarkan Islam damai khususnya di sekolah, mengajak sekolah-sekolah yang menjadi pengabdian untuk memperkuat infrastruktur toleransi antar perbedaan, memperkuat moderasi beragama, memperkuat iklim apresiasi kebhinekaan, bentuknya bermacam-macam, bisa penanaman nilai-nilai internal.

Menurutnya, guru Agama Islam sudah sah menjadi milenial, AGPAII meluncurkan KTA yang terkoneksi media pembelajaran berbasis android yang bisa terhubung dengan guru agama Islam se Indonesia.

“KTA AGPAII Digital ini diantara yang pertama dan terdepan diantara yang lain, tidak hanya menjalankan PJJ tapi melahirkan inovasi, untuk mengembangkan dunia pendidikan,” katanya.

Guru Agama Islam SMA 3 Semarang, Muslimah, S.Ag.,M.Pd.I., menuturkan bahwa dirinya sangat senang dipercaya menjadi MC dan bisa mengikuti kegiatan Workshop online ini sampai selesai. Menurutnya, dengan mengikuti kegiatan workshop online ini, ia bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman yang baru yang sebelumnya tidak pernah saya dapatkan.

“Saya senang bisa menjadi ikut kegiatan ini, karena melalui kegiatan ini apa yang saya tidak tahu bisa tahu, dari yang tidak pernah saya lakukan, saya bisa lakukan seperti mengisi MC melalui online,” terangnya.(RedG/Nanang Qosim).

Tinggalkan Komentar