Ganjar Pranowo : Branding Personal Tidak Sekedar Citra Melainkan Kehadiran dengan Kerja Nyata

Semarang-Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berbagi cerita sebelum menjadi salah satu kandidat calon gubernur Jateng pada tahun 2013 silam.

 

Ganjar mengatakan dalam rapat internal PDIP pihaknya mengusulkan nama Rustriningsih yang menjabat sebagai Wakil Gubernur Jateng kala itu untuk kembali diusung sebagai calon Gubernur Jateng periode 2014-2018 dari PDIP.

” Jadi singkatnya cerita saya tadi berkaitan dengan branding diri. Kenapa nama yang saya usulkan tidak disetujui justru malah saya ditunjuk untuk maju tentu pertimbangan dengan figur calon lawan kala itu,” katanya di sela menjadi narasumber dalam seminar bertajuk ” Bee Good and Bee Great, A How to Build Brand,” di Hotel Oak Tree Semarang Selasa ( 21/08/2018).

Dikatakan Ganjar, pengalaman menjadi seorang politisi tidak luput dari urusan kesukaan personal calon pemilih dan tugas para calon itu terus memberikan diri kepada publik hingga semuanya yakin termasuk parpol pengusung.

” Oh, setelah saya ditunjuk kemudian berpikir, mencari alasan dan membangun branding diri serta memetakan pembeda dengan calon atau lawan yang maju pemilihan dan membangun keunggulan pribadi saya supaya menang,” jelasnya

Sebaliknya setelah resmi menjabat diceritakan periode tahun pertama banyak ditemukan kendala terutama berkaitan dengan budaya lama birokrasi. Sementara ia dihadapkan pada program kerja yang harus dijalankan.

” Kemudian saya membangun personal branding diantaranya membuat pola komunikasi yang mudah dengan rakyat melalui media sosial. Melakukan polling hingga cita-cita mulai menciptakan pelayanan mudah, murah dan cepat dapat kita kerjakan,” ungkapnya

Tapi, menurut Ganjar ada hal yang lebih penting sebagai pemimpin ialah mengerjakan hal-hal dengan serius dan benar sesuai janji kampanye pemilihan. Karenanya tujuan akhir dari personal branding adalah kerja nyata.

” Jadi branding itu singkatnya kita tahu persis diri kita, apa yang orang sukai. Kalau seperti saya ini politisi ya buatlah senang masyarakat dengan kerja kongkrit bukan sekedar janji kampanye,” tegasnya

Sementara itu, pakar branding dan konsultan politik Silih Agung Wasesa menerangkan tujuan akhir dari hal yang paling penting daripada branding itu sendiri tidak lain kehadiran diri, barang, maupun lainnya.

” Jadi seperti Pak Ganjar ini karena politisi ya misalnya daerah sekitar lokasi tertentu banyak yang mengalami masalah beliau harus hadir, menyelesaikan, dan otomatis nanti citraan politisi baik atau buruk dapat disimpulkan publik,” paparnya

Lebih jauh Silih Agung Wasesa menjelaskan setelah disukai entah produk, orang, ataupun tindakan diharuskan membangun ketergantungan publik melalui suatu hal sederhana namun tetap mengenai sasaran yang tepat.

” Jadi berbicara branding itu juga tidak jauh dari membangun persepsi orang dimana nanti tujuan akhir kita akan tetap tercapai tanpa konsumen merasa dikontrol melalui sistem,” imbuhnya

Sementara itu Budayawan Prie GS menambahkan brand merupakan sesuatu yang diasumsikan tidak selalu sulit tapi butuh strategi khusus menyampaikan terlebih soal kepercayaan.

” Mas Ganjar dulu sewaktu kembali maju mencalonkan diri sebagai gubernur Jateng periode kedua secara figur mulai gestur cara beliau berkomunikasi menunjukkan tingkat kepercayaan tinggi akan menang,” katanya

Singkatnya kata Prie GS pendukung ataupun calon pemilih bakal yakin menggunakan hak pilihnya dengan mencoblos Ganjar atas dasar personal branding sang calon terutama bersangkutan isu sensitif yang disikapi dengan tenang.

” Lho mas Ganjar ini dikaitkan pada persoalan hukum, juga beberapa program yang dinilai pihak lawan gagal dilakukan tapi nyatanya beliau berhasil menang. Ya setidaknya menurut saya karena beliau emang layak ,” tegasnya

Prie GS menggaris bawahi personal branding tidak lain ialah cara membangun asumsi pada semua objek yang berujung membuat ketergantungan.

” Entah itu urusan politik, produk jualan, personal masing-masing hingga ekosistem lainnya yang terhubung. Jadi tidak cukup citraan positif, menarik, tawaran sesuai konsumen juga lain-lain,” pungkasnya (RedG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *