Wonogiri-Komandan Kodim 0728/Wonogiri Letkol Inf Imron Masyhadi ikuti Upacara Virtual dalam Rangka Peringatan Hari Bhayangkara ke-74 Tahun 2020 yang bertempat di Hall Mapolres Wonogiri, Rabu (1/7).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing,S.IK,MH,M.Si, Ketua DPRD Kabupaten Wonogiri Setyo Sukarno, Kajari Agus Irawan Yustisianto, Ketua PN Muhammad Istiadi, Kepala Kemenag Drs. H.Cahyo Sukmana, Kepala Pengadilan Agama Drs. H. Muhammad Syafi, Kepala DKK dr. Adhi Dharma, Ka Rutan Kelas II B Daniel Kristianto, Para Kasat dan Kapolsek Polres Wonogiri.

Amanat Presiden RI Ir. Joko Widodo dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke- 74 mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-74 dan ucapkan terima kasih serta penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian, pengorbanan dan sumbangsih saudara-saudara sekalian dalam menjaga keamanan dan ketertiban, dalam menegakkan hukum, serta dalam memberikan pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat selama ini.

Sebagai bangsa pejuang, kita tidak boleh cepat menyerah dalam menghadapi permasalahan dan tantangan yang ada. Pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia merupakan cobaan yang berat. Saya minta pelaksanaan program penanganan Covid-19 ini dibantu percepatannya dan diawasi penggunaan anggarannya. Alokasinya sangat besar yaitu Rp677,2 triliun bahkan bisa lebih besar lagi jika diperlukan.

Aspek pencegahan penyalahgunaan anggaran tersebut harus lebih dikedepankan. Jangan menunggu sampai terjadi masalah. Kalau ada potensi masalah segera ingatkan. Tapi kalau sudah ada niat buruk untuk korupsi dan ada mens reanya maka harus segera ditindak. Silakan digigit saja. Apalagi dalam situasi krisis sekarang ini, tidak boleh ada satu pun yang main-main.

Walaupun saat ini Polri fokus dalam membantu mengendalikan Pandemi Covid-19, tetapi berbagai agenda strategis Polri tidak boleh dilupakan. Jajaran Polri harus terus mereformasi diri secara total. Selalu berupaya memperbaiki diri untuk lebih profesional dan modern. Saya ingatkan bahwa Polri akan menghadapi tantangan yang semakin berat dan kompleks. Mulai dari kejahatan konvensional, kejahatan lintas negara, kejahatan yang berimplikasi kontijensi, sampai dengan kejahatan terhadap kekayaan negara, (red)

Tinggalkan Komentar