oleh

Fadjroel Rachman: Presiden dan Nakes Disuntik dengan Vaksin Sinovac

Jakarta – Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman menegaskan, jenis vaksin yang diberikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah vaksin produksi Sinovac. Hal ini disampaikannya sekaligus menepis keraguan dan narasi yang beredar di media sosial bahwa Presiden disuntik vaksin Covid-19 lain buatan Eropa.

Selain Presiden Jokowi, dia mengatakan, sebagian tenaga kesehatan (nakes) juga disuntik dengan vaksin Sinovac.

“Presiden Joko Widodo itu mendapatkan vaksin Sinovac dua kali. Karena beliau yakin bahwa vaksin itu suci, halal, aman, dan efektif, dan vaksinnya sama persis dengan yang disuntikkan kepada 1,5 juta tenaga kesehatan,” tegasnya pada acara Apresiasi Relawan dan Peluncuran Sahabat Jago Preventif, yang digelar secara virtual, Sabtu (30/1/2021).

Menurutnya, vaksin Sinovac ini juga akan dipergunakan dalam program vaksinasi kepada masyarakat umum.

Fadjroel mengatakan, di masa pandemi ini masih banyak misinformasi dan disinformasi lain yang muncul atau yang disebutnya dengan istilah “infodemik”. Pasalnya, berdasarkan catatan, antara Maret sampai Oktober 2020 ada sekitar 12 juta misinformasi dan disinformasi yang disebar di jejaring sosial.

“Kami juga mendapatkan catatan di antara Maret dan Oktober 2020 terkait dengan Covid-19, di Facebook dan Instagram ada 12 juta misinformasi dan disinformasi yang dibuat,” ungkapnya.

Seperti diketahui, jumlah populasi untuk masyarakat umum dengan usia di atas 18 tahun yang akan menerima vaksin Covid-19 nanti ada sekitar 70% atau sekitar 181 juta jiwa dari total jumlah pululasi yang ada di Indonesia saat ini, yakni mencapai 269 juta jiwa.

Untuk memenuhi keperluan tersebut, Pemerintah telah mengamankan 426 juta dosis vaksin dari berbagai produk. Seperti Sinovac, Novavax, AstraZeneca, BioNTech-Pfizer, hingga COVAX/GAVI.

Adapun total vaksin yang telah tiba di Tanah Air saat ini adalah vaksin produksi Sinovac sebanyak 3 juta vaksin jadi dan 15 juta bahan baku vaksin yang diproses lanjut oleh PT Bio Farma. (RedG/Ong)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed