oleh

Ekspor Kopi 2020 Turun 8 Persen

Surabaya – Produksi kopi pada 2020 lalu mengalami penurunan. Ekspor kopi pada tahun lalu tercatat 64.621 ton atau turun 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 70.238 ton.

Sekretaris Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (Gaeki) Jatim Ichwan Nursidik mengatakan, penurunan tersebut disebabkan produksi kopi mengalami penurunan. Sehingga itu berdampak pada berkurangnya volume ekspor kopi.

”Jadi produksi kopi turun, makanya ekspor 2020 lalu tidak setinggi tahun sebelumnya,” kata Ichwan Nursidik lewat keterangan resminya Rabu (17/2/2021).

Kondisi produksi itu diperparah dengan ketidaklancaran dari sisi pengiriman. Menurut Ichwan, pengiriman kopi keluar negeri tersendat pada semester kedua. Kendala tersebut terutama dari sisi ketersediaan kontainer dan perusahaan pelayaran yang menyediakan layanan pengiriman keluar negeri. Kalaupun ada, harganya relatif tinggi.

”Banyak negara yang kesulitan tenaga ekspor, sehingga ini mengganggu kelancaran pengiriman keluar negeri,” tandasnya.

Sebagai informasi,  pada semester pertama volume ekspor naik 3 persen, yakni dari 27.068 ton menjadi 27.972 ton. Sedangkan nilai ekspor naik 2 persen, dari USD 57,623 juta menjadi USD 58,687 juta. Kemudian pada semester kedua volume turun 15 persen, dari 43.170 ton menjadi 36.649. Sementara nilai ekspor turun 13 persen dari USD 91,351 juta menjadi USD 79,872 juta.(RedG/bee)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed