oleh

EFEKTIVITAS INSTRUMEN EVALUASI TES PENILAIAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM RANAH KOGNITIF

Penulis:  Mar’atussolichah (Mahasiswa Prodi PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, INISNU Temanggung) 

 

Temanggung – Peraturan pemerintah mengenai standar nasional pendidikan dalam UUD No. 19, tahun 2005 pasal 2 ayat 1 menjelaskan bahwasanya terdapat delapan strandar nasional pendidikan yang salah satunya merupakan standar kompetensi kelulusan. standar kompetensi kelulusan terdiri dari kemampuan yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan. Kualifikasi standar kelulusan tersebut masuk dalam tiga ranah yang memerlukan perhatian khusus untuk mencapai standar kelulusan yang efektif. Tiga ranah tersebut diantaranya ranah kognitif (pengetahuan), ranah afektif (sikap), dan ranah psikomotorik (keterampilan).

Ketiga ranah tersebut masing-masing memiliki alat ukur dalam mengukur hasil belajar siswa, dalam ranah kognitif sendiri instrumen yang digunakan adalah dengan teknik tes, sedangkan dalam ranah afektif dan psikomotorik menggunakan instrument non-tes dalam mengetahui hasil capaian atau belajar siswa. Saat ini teknik tes dalam mengukur kemampuan siswa menjadi primadona atau masih menjadi teknik favorit yang digunakan oleh guru dibandingkan dengan teknik non-tes. Hal tersebut dikarenakan teknik tes dianggap lebih mudah dan praktis untuk digunakan dalam mengukur hasil belajar siswa, selain itu teknik tes sendiri merupakan instrumen yang sering digunakan dalam ranah kognitif.

Hakikat Ranah Kognitif

Ranah kognitif merupakan segala hal yang menyangkut dengan aktivitas otak, dalam ranah kognitif juga terdapat enam aspek dalam proses berfikir, diantaranya aspek pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan penilaian atau evaluasi. Keenam aspek tersebut merupakan aktivitas yang didalamnya terdapat dari peran atau aktivitas dari otak, selain itu keenam aspek ranah kognitif tersebut saling tumpeng tindih atau aspek yang lebih tinggi berkaitan dengan aspek-aspek dibawanya.

Tujuan dari ranah kognitif sendiri berorientasi terhadap kemampuan berfikir siswa dan menuntut siswa untuk dapat menghubungkan ataupun memecahkan masalah dari berbagai ide, gagasan, ataupun suatu permasalahan. Dengan demikian ranah kognitif dapat dikatakan sebagai suatu aktivitas otak mulai dari pengetahuan hingga mengevaluasi suatu permasalahan.

Baca Juga  Ganjar Pranowo Janji Bangun Asrama Mahasiswa Jateng Di Yogyakarta

Hakikat Instrumen Evaluasi Tes

Instrumen evaluasi tes merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan individu maupun kelompok. Selain itu tes juga diartikan sebagai alat yang digunakan dalam memperoleh suatu data atau informasi mengenai bakat yang dimiliki oleh individu ataupun kelompok.

Instrumen  tes sendiri diklasifikasikan menjadi 2 jenis, yakni tes objektif dan tes subjektif. Dalam ranah objektif, tes yang dapat diberikan berupa bentuk pilihan ganda, isian singkat, pilihan benar atau salah, dan menjodohkan. Sedangkan tes subjektif bentuk tes yang diberikan berupa tes uraian atau essay baik itu uraian terbatas maupun bebas.

Dalam penyusunan instrument evaluasi tes, perlu dikembangkan melalui langkah-langkah yang tepat agar instrument tes yang dihasilkan menjadi valid dan berkualitas. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan adalah: 1) Menentukan Tujuan; 2) Mengembangkan Spesifikasi Instrumen; 3) Memilih Jenis dan Tipe Instrumen; 4) Mempersiapkan kisi-kisi Instrumen; 5) Uji coba instrument.

Efektivitas Penilaian Evaluasi Tes Hasil Belajar Siswa dalam Ranah Kognitif

Ranah kognitif identik dengan penilaian berbentuk tes dalam mengukur kemampuan atau hasil belajar siswa. Dengan instrument yang disebutkan di atas seharusnya para guru dapat mengimplementasikannya sesuai dengan kemmapuan atau bakat dari siswa. Dengan demikian hasil yang diterima siswa pun adalah hasil murni dari kemampuan mereka.

Sesuai dengan ranahnya, penilaian evaluasi tes sangat efektif dalam mengukur kemampuan kognitif siswa. Hal tersebut dikarenakan kemampuan kognitif atau kemampuan aktivitas otak siswa dalam hal pengetahuan hanya dapat diukur melalui tes-tes tertulis, seperti pada instrument penilaian evaluasi tes itu sendiri.(RedG)

 

 

Komentar

Tinggalkan Komentar