oleh

Dua Rumah Warga Mamuju Rusak Akibat Gempa M5,9

Jakarta – Dua rumah warga Mamuju mengalami kerusakan saat gempa Magnitudo (M) 5,9 Skala Richter (SR) terjadi pada Kamis siang (14/1), pukul 13.35 WIB. Beberapa petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih melakukan pendataan terkait dampak gempa yang terjadi di darat, sekitar 4 km barat laut Majene Sulawesi Barat.

Laporan sementara lainnya menyebutkan, 1 unit barak Sabhara Polda Sulawesi Barat mengalami kerusakan. Di samping itu, 1 orang mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambamg Setiyo Prayitno MSi mengatakan, bahwa gempa ini tepatnya berlokasi di darat pada jarak 4 kilometer arah Barat Laut Majene, Sulawesi Barat pada kedalaman 10 kilometer.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal,” kata Bambang.

Sementara itu, Daryono selaku Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG menduga kuat bahwa pemicu gempa ini adalah Sesar Naik Mamuju (mamuju thrust). “Terbukti bahwa hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” kata Daryono.

Meskipun hasil pemodelan BMKG tidak menunjukkan adanya potensi tsunami, tetapi guncangan gempa bumi ini dirasakan di sejumlah wilayah dengan skala intensitas yang bervariasi.

Untuk daerah Polewali, guncangan gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas IV-V MMI, di mana getaran dirasakan hampir semua penduduk dan orang banyak terbangun.

Berikutnya, di daerah Mamuju dan Majene guncangan terjadi dengan skala intensitas IV MMI, di mana bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.

Sementara itu, di daerah Mamuju Utara dan Mamuju Tengah terjadi dengan skala intensitas III-IV MMI, Toraja dan Mamasa III MMI. Kondisi guncangan di wilayah berskala intensitas II-III MMI tersebut akan merasakan getaran nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan akan truk berlalu.

Baca Juga  Panglima TNI Pimpin Sertijab Komandan Pusat Polisi Militer
Peta lokasi sumber Gempa Bumi Majene 5,9 SR (Ilustrasi: BPBD)

Sedangkan, di daerah Pinrang, Poso, Pare-pare dan Wajo terjadi dengan skala intensitas II-III MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Daryono mengatakan, berdasar peta shakemap hasil analisis BMKG tampaknya gempa ini berpotensi merusak.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki magnitudo 5,9. Sementara itu, berdasarkan hasil monitoring BMKG hingga pukul 14.00, Kamis (14/1/2021), menunjukkan adanya 2 kali aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock dengan magnitudo maksimum M 4,9.

Oleh karena itu, masyarakat diminta agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Upayakan untuk selalu memeriksakan dan memastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.

“Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ujar Bambang. (RedG/AGS)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed