oleh

DPRD Pacitan Sidak Kelayakan Jembatan Gantung di Kedungbendo

Pacitan – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pacitan dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pacitan, Jawa Timur melakukan sidak  hasil pengerjaan  jembatan gantung yang berada di Kedungbendo, Kecamatan Arjosari, Pacitan, Selasa (2/6).

Jembatan Gantung penghubung antara perumahan masyarakat di Desa tersebut, mengalami keretakan pada pondasi penyangga dan anjloknya balok penyangga di sisi jembatan.

Jembatan gantung tersebut merupakan proyek nasional yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Jawa Timur-Bali.

Jembatan tersebut Sebagai pengganti jembatan yang sempat putus akibat bencana alam pada tahun 2017 lalu, dan sampai saat ini pun belum di hibahkan pada Pemerintah Daerah Pacitan (PEMDA)

Pujo Setiyo Hadi, Ketua Komisi IV DPRD Pacitan, berharap jembatan ini nantinya diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Pacitan, namun dengan syarat-syarat antaralain  kontruksinya harus baik dan layak, serta untuk biaya pemeliharaan diharapkan juga dianggarkan sehingga tidak dibebankan kepada Pemerintah Daerah.

“Tentunya harapan kami sebagai wakil rakyat meminta barang yang diserah terimakan ini kondisinya harus lah baik, layak pakai dan juga dalam pemeliharaan setidaknya juga dari PT pemenang (tander) dan ketika nanti ini setelah dibuka dan dilewati masyarakat sudah rusak lagi siapa yang bertanggung jawab. Maka dari itu, kami mohon keterangannya dan disampaikan kepada atasan,” katanya.

Tak cukup sampai di situ, beberapa anggota komisi IV juga menilai pengerjaan jembatan gantung tersebut di nilai agak sembrono.

Ditemui secara terpisah, Sumiran selaku  Pengawas lapangan dari BBP JN VIII Surabaya, mengatakan bahwa sampai saat ini perbaikan jembatan masih sekitar 75 persen, dan pihaknya akan memperbaiki jika ada kekurangan sambil menunggu keputusan Direktorat Jembatan Kementerian PUPR RI.

Baca Juga  Penyerahan Zakat Fitrah di Lapangan Dirgantara Lanud Adi Sumarmo

“Ya untuk saat ini masih dalam tarap perbaikan.Untuk perbaikan masih sekitar 75 persen, jadi nanti kedepan masih ada perbaikan lagi.bila ada yang kurang. Kita sambil menunggu keputusan akhir dari Direktorat Jembatan Kementerian PUPR,” terangnya

Ia juga mewanti-wanti agar masyarakat yang melintas ketika dibuka lagi jembatan tersebut agar tidak bergerombol lebih dari lima orang dan para pengendara tidak rombongan.

“Untuk warga sudah saya sampaikan ke pak Kasun dan Kepala Desa agar aturan ketika nantinya sudah di buka agar dipatui, mulai dari warga yang melintas tidak lebih dari lima orang bergerombol. Kendaraan pun itu harus tidak rombongan,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas PUPR Pacitan, Suparlan, mengatakan bila melihat kontruksinya, jembatan yang begitu besar seharusnya terlalu ringan untuk lima orang dan ia pun merasa bila di atas lima orang pun rasanya masih begitu ringan.

Suparlan berharap sebelum di limpahkan ke Pemerintah Daerah harus ada uji kelayakan bahkan jika bisa diujikan secara forensik untuk mengetahui permasalahan yang ada saat ini.

“Apa prosres pengerjaannya ataukah proses di lapangan yang lain, ini perlu nanti ada semacam pengujian layak pakai,” tegas Suparlan saat di lokasi. (RedG/Apri)

Komentar

Tinggalkan Komentar