oleh

Dinkes Batam Sudah Mendata Warganya Untuk Mendapatkan Vaksin Covid-19

 

Batam – Pemerintah Kota Batam masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait pemberian vaksin Covid-19 untuk masyarakat Batam. Saat ini pemerintah sudah mendata masyarakat Batam yang akan mendapatkan vaksin Covid-19.

Pjs Wali Kota Batam Syamsul Bahrum mengatakan, pemerintah kota Batam tengah menyiapkan semua keperluan untuk vaksin Covid-19. Mulai dari undang-undang, buat surat edaran Wali Kota hingga bentuk tim khusus.

“Kami tengah siapkan semuanya, mulai aturannya hingga tim khusus,” kata Syamsul, Jumat (27/11/2020).

Kata dia, pemko Batam harus mengkategorikan penduduknya saat ini seperti berapa jumlah yang masih balita hingga lansia. Selain itu yang paling terpenting ialah sumber anggarannya dari mana, tempat dimana masyarakat akan mendapatkan vaksin Covid-19.

“Kami akan pastikan rumah sakit, puskesmas, puskesmas pembantu, posyandu harus siap. Saya akan menyurati mulai dari tingkat Kecamatan hingga Kelurahan agar mempersiapkan tempat-tempat tersebut,” ujarnya.

Syamsul mengatakan, pemerintah sampai saat ini belum mengetahui secara persis jenis vaksin yang akan diberikan. Mereka sambungnya masih menunggu juklas dan juknis dari Kementrian Kesehatan.

“Kami belum tahu apa jenis vaksinnya. Kami tunggu surat dari Kemenkes. Vaksinnya juga belum tahu kapan datangnya, apakah akhir bulan November ini atau di awal bulan Desember,” paparnya.

Kadinkes Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, pemerintah belum mendapatkan secara pasti kapan vaksin akan tiba di Batam.

“Kami belum mendapatkan secara pasti kapan vaksin akan tiba di Batam. Yang jelas arahan dari Kementrian Kesehatan kami harus mendata masyarakat Batam, dan saat ini kami sudah lakukan,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kita Batam Didi Kusmarjadi.

Didi mengatakan, sesuai arahan pemerintah pusat, untuk pemberian vaksin Covid-19 yang diprioritaskan dulu ialah Tenaga Kesehatan (Nakes), setelah itu, ASN, TNI/Polri, usia 18 hingga 50 tahun dan baru usia balita serta lansia. Kata dia, untuk vaksinnya sendiri mereka juga tidak mengetahui merk dan berasal dari negara mana, yang jelas masih menunggu arahan pemerintah pusat yang nantinya akan diteruskan di provinsi Kepri.

Baca Juga  Tahun Depan Olahraga Udara Pelangi Nusantara 2021 Digelar Di Batam

“Kita juga antisipasi vaksin dari Singapura, karena ada isu yang beredar ada vaksin dari Singapura,” ucapnya.

Kata Didi, untuk penyaluran vaksin Covid-19 pertama ini ke masyarakat akan ditanggung oleh pemerintah. Namun, pada periode selanjutnya ia tidak mengetahui apakah tetap ditanggung oleh pemerintah atau bayar sendiri.

“Tahun pertama vaksin pemerintah yang tanggung, tapi untuk vaksin yang kedua saya tidak tahu apakah masih ditanggung atau tidak. Menurut kabar yang saya peroleh, vaksin Covid-19 harganya Rp400 ribu perorang. Vaksin kedua akan dilakukan dua tahun kemudian,” ujarnya.(redG/Bayu).

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed