Wonogiri- Suasana berbeda dijumpai di SMAN 1 Sidoharjo pada Senin (27/8) , alunan musik menggema memecah kesunyian sekolah yang beralamat Jalan Raya Sidoharjo-Kebonagung tersebut. Hari ini sekolah yang dipimpin oleh Dr Uswatun Hasanah tersebut merayakan Dies Natalisnya yang ke 13.

 

Dengan mengambil tema a mind is not a cage but garden to cultivate atau dalam bahasa indonesianya sebuah pikiran bukanlah kandang tetapi sebuah kebun yang harus diolah.

Masih dalam suasana Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 73, para siswa mengenakan pakaian merah putih.
Perwakilan Forkompinca Sidoharjo hadir dan sejumlah tamu undangan.

Dr Uswatun Hasanah mengatakan sejumlah acara telah digelar dalam rangkaian hari jadi SMAN 1 Sidoharjo.

“Pada tanggal 20 Agustus 2018 kita mengadakan gerak jalan dan lomba internal sebanyak 16 lomba, pada 24 Agustus kita mengadakan lomba eksternal seperti fashion show, lomba mapel UN SMP berbasis IT dan kita juga melaksanakan penyembelihan hewan kurban,” ujarnya.

Acara tersebut sekiranya akan dihadiri Ir H Joko Purnomo, MH Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah, dikarenakan menghadiri Asian Games di Palembang, politisi PDI P tersebut batal hadir.

Uswatun menuturkan program kerja nya kedepan adalah pengadaan laboratorium komputer.

“Kita adalah sekolah berbasis IT , kita ada program Exam View, jadi nanti semua program pembelajaran akan menggunakan sistem komputer yang terintegrasi,” jelasnya.

Sebagai seorang penulis, Uswatun juga menggenjot semangat menulis bagi guru dan siswa yang dipimpinnya.

“Hari ini kita launching 5 buku hasil karya guru kedepan kita akan launching buku karya siswa,” tuturnya.

Acara tersebut juga dimeriahkan Band Ska Wae dari Kecamatan Purwantoro. Group musik beraliran Ska tersebut digawangi oleh musisi berbakat Rasta Radjasa Bamboe Basse murid SMPN 1 Purwantoro yang tidak lain adalah putera Dr Uswatun Hasanah.

Uswatun juga mengucapkan terima kasih kepada Suparno Parnaraya tokoh masyarakat Kecamatan Sidoharjo yang telah mensponsori acara Dies Natalis ke 13 SMAN 1 Sidoharjo sekaligus memfasilitasi kegiatan membatik yang dilakukan oleh siswa SMAN 1 Sidoharjo yang dilakukan setiap hari Sabtu.

“Sebanyak 40 siswa berlatih membuat batik di Desa Widoro, Kecamatan Sidoharjo yakni di Batik Parnaraya milik Pak Parno. Mereka diajari dari enol sampai mereka bisa dan itu gratis ,alat-alat membatik yang mahal pun disediakan oleh beliau,” bebernya.

Uswatun berharap program membatik tersebut bisa mencetak semangat wirausaha bagi para siswa.

“Batik hasil karya anak-anak pernah kita tampilkan di Istana Parnaraya beberapa waktu lalu dan Pak Parno bersedia membeli hasil karya siswa ,” jelasnya.

Terpisah Suparno Parnaraya mengatakan pihaknya ingin ada wirausaha baru di bidang batik di Kecamatan Sidoharjo, dia tidak merasa tersaingi dikemudian hari.

“Saya malah senang jika anak didik kami berhasil menjadi pengusaha batik di Kecamatan Sidoharjo,” tegasnya.(RedG)

Tinggalkan Komentar