oleh

Dibekali Keterampilan, 22 WBP Lapas Rangkasbitung Asimilasi di Rumah

Rangkasbitung – Sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 di Lapas Kelas III Rangkasbitung, sebanyak 21 orang warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas III Rangkasbitung dibebaskan melalui program asimilasi di rumah. Ditambah1 orang WBP mendapatkan program Pembebasan Bersyarat, Selasa (19/01)

Pembebasan 22 orang WBP Lapas Rangkasbitung  tersebut, sesuai dengan Permenkumham Nomor 32 Tahun 2020 Tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat bagi Narapidana  dan Anak, dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Kalapas Rangkasbitung Budi Ruswanto dalam rilisnya menyampaikan, bahwa seluruh WBP dibekali keterampilan selama di lapas agar memiliki life skill. Selain itu sebagai pemenuhan hak integrasi, pengeluaran dan pembebasan narapidana melalui asimilasi di rumah ini,  merupakan langkah preventif Kementerian Hukum & HAM (Kemenkumham) dalam menanggulangi pencegahan Covid-19 serta reward.

Pemberian asimilasi di rumah, menurut Budi, harus sudah memenuhi persayaratan diantaranya harus berkelakuan baik dalam hal ini telah lulus mengikuti serangkaian kegiatan pembinaan dan keterampilan yang diberikan, ya ini penilaian perilaku mereka, tidak semua jenis tindak pidana juga diberikan asimilasi, terlebih lagi harus bebas dari perkara lain. “Jadi tidak berlaku bagi narapidana yang mengulang tindak pindana (residives)“ ujar Budi Kalapas Asal Bandung ini.

Sementara itu, Eka Yogaswara selaku Kasubsi Pembinaan Lapas Kelas III Rangkasbitung berkesempatan memberikan arahan kepada 22 orang WBP yang menjalani asimilasi rumah serta para keluarga yang berkesempatan menjemputnya, agar selalu mengikuti protokol kesehatan Covid-19, serta tidak mengulangi perbuatan melanggar hukum.

Yoga mengingatkan, agar pihak keluarga turut serta menjaga dan memperingati serta bertanggungjawab untuk membimbing, mengawasi narapidana dalam menjalani asimilasi. Selain itu mereka harus patuh terhadap aturan semua WBP. “Jadi harus memanfaatkan ketrampilan yang dimilikinya dengan sebaik-baiknya untuk berdayaguna kembali bagi masyarakat terutama keluarga” pungkas Yoga

Baca Juga  Kendati PPKM, Bisnis Layanan Pengiriman Barang Tetap Moncer

Dalam kesempatan itu, RD salah satu WBP yang mendapat asimilasi di rumah mengaku senang. “Hari ini saya dapat menjalakan asimilasi di rumah dan saya akan mematuhi aturan dengan tetap di rumah serta patuh dalam wajib lapor pada PK Bapas Serang,” ujar RD yang tampak gembira karena akan diasimilasi di rumahnya sendiri. (RedG/Ian)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed