oleh

Diarahkan Jalan Sama Warga, Sopir Tronton Tersesat di Pemukiman

Semarang – Sebuah truk tronton pengangkut besi yang bermuatan 70 ton itu tersesat dan masuk ke pemukiman warga tepatnya di Jalan Dokter Ismail RT 2 RW 11, Kelurahan Gisikdrono, Kecamatan Semarang Barat, Jumat (5-3-2021), 02.00 dini hari.

Truk tronton yang mengangkut puluhan besi itu dikabarkan datang dari Cilegon Jawa Barat hendak ke PT Semarang Makmur, Jalan Simongan, Kecamatan Semarang Barat, Jawa Tengah.

Sopir truk tronton, Slamet (69), warga Pati, ia mengaku tidak tahu jalan akhirnya bertanya kepada warga sekitar hingga dia tidak tahu truk yang dikemudikanya masuk ke permukiman warga.

“Enggak sadar. Baru sadar masuk ke pemukiman warga dan sempit jalannya. Baru sadar mau kanan atau kiri. Ke kiri ada mobil (parkir) engga bisa lewat. Ke kanan enggak bakal nyampai, ” kata Slamet kepada Gnews. Id, Jumat (5/3/2021).

Dia mengaku tidak bisa menggunakan aplikasi peta di ponsel. Akhirnya, ia tanya kepada warga yang menyebabkan tersesat di pemukiman warga.

Untuk diketahui, truk tronton yang dikendarai tersebut bernopol H-1620-ES dan jalan pada wilayah itu sempit sehingga truk tronton yang mengemudikan Slamet pun tak bisa keluar dari pemukiman warga.

Slamet menceritakan, saat bertanya kepada seorang pria yang ditemui di jalan tersebut untuk menyuruh melintas di Jalan Muradi menuju Jalan Dokter Ismail, akhirnya tersesat di pemukiman warga. Namun, perlintasaan yang dilewati Slamet itu kira-kira lebar jalannya sekitar 3 meter dan gelap.

Slamet menjelaskan saat itu disuruh (warga) mengambil jalan ke kanan terus hingga dia tidak sadar ternyata jalan yang diarahkan warga ternyata pemukiman warga.

“Masuk ke kanan lalu ke kiri mentok. Kanan ada pertigaan, lurus dan berhenti mesin saya masih hidup, saya turun. Saat itu, warga tidak ada, ” jelasnya.

Baca Juga  Koramil Taman Bersama Babinsa Serukan Protkes, Tekan Covid-19

Sementara itu, salah satu warga, Surapto (59), ia merasa heran truk tronton itu bisa masuk ke pemukiman warga yang jalannya sempit.

Dia menuturkan, perlintasan yang dilewati tentu tidak bisa masuk di jalan permukiman warga. Sebab, truk itu bermuatan besar seharusnya daerah yang dilintasi sebelumnya sudah ambles dulu karena dilewati truk bermuatan besar.

“Kok bisa masuk trontonya. Seharusnya jalan ambles itu di daerah sana. Enggak di daerah sini (TKP). Ada yang jaga di pos, mungkin pas kosong. Baru pertama kali kejadian seperti itu, ” imbuhnya. (RedG/Dicky Tifani Badi)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed