Foto : ---Wagimin, Lurah Kebondalem. (RN).

Pemalang  – Tradisi resik-resik yang dilakukan dengan gotong royong masih terpelihara hingga saat ini di wilayah Kelurahan Kebondalem.

Tradisi yang telah berjalan sejak lama dinilai mampu membangkitkan motivasi sekaligus kesadaran warga untuk turut secara aktif menjaga kebersihan lingkungan permukiman. Hal itu disampaikan Kepala Kelurahan Kebondalem, Wagimin, saat ditemui G-News di ruang kerjanya, Selasa pagi (03/07).

“Saya lihat tingkat kesadaran warga di Kebondalem relatif bagus sehingga cukup peduli terhadap kebersihan lingkungan terutama permukman,” ungkapnya.

Di wilayah kelurahan yang berada di jantung kota, menurut Pak Lurah asal Boyolali ini pemeliharaan kebersihan memang perlu mendapat prioritas penanganan. Dan meski kesadaran warga sudah baik masih perlu ditingkatkan lagi mengingat upaya mewujudkannya tidak lepas dari berbagai faktor penghambat. Misalnya keterbatasan waktu luang warga karena kesibukan bekerja, banyaknya sampah dari arah hulu di aliran air sungai yang melintas di tengah permukiman.

“Untuk itu kami terus menerus melakukan sosialisasi kepada warga, baik melalui pertemuan warga maupun bila ada acara pengajian,” pungkasnya seraya menyebutkan bahwa di Kebondalem terdapat 12 lingkungan RW dan 64 RT. Warga yang tidak sempat bekerja bakti hari Jumat biasanya berinisiatif melakukannya pada hari Minggu. (RedG Ruslan).

 

Tinggalkan Komentar