Solo – Pameran internasional untuk menyikapi kondisi dunia yang sedang mengalami wabah pandemi berupa virus Covid-19, dimana para seniman, desainer, mahasiswa, dan kreator dituntut untuk tetap kreatif melalui beragam karya dengan tema seputar solusi dan menyikapi virus tersebut.

Kegiatan tersebut mampu menjaring peserta dari 34 negara diantaranya dari Iran, Israel, Spanyol, Switzerland, Thailand, Singapura, Jepang, Korea Selatan Argentina, Azerbaijan, China, Indonesia, Malaysia, Mexico, Netherlands, Palestina, Polandia, Rusia, Turki, dan negara lainnya.

Asmoro Nurhadi Panindias, S.Sn., M.Sn. (Kaprodi DKV FSRD ISI Surakarta), Minggu (7/6) mengatakan  ASEAN Digital Art Society (ASEDAS ) 2020 International Virtual Digital Art Exhibition “Fight Covid-19” yang tahun ini bertemakan “Covid-19 Awareness”, menerima 524 karya digital art dari 34 negara.

Dia menuturkan karya yang sudah masuk akan diproses melalui penjurian. Sistem penjurian dibuat berlapis, dan lintas negara. Adapun para juri panel terdiri atas juri yang berasal dari Malaysia, Indonesia, Mexico, China, dan Jepang. Peserta yang lolos, karyanya dimuat di halaman web ASEDAS. Seluruh karya yang masuk melalui sistem penjurian dengan beberapa tahapan, yang pertama seleksi administratif, kemudian masuk ke juri panel internal, selanjutnya juri panel lintas Negara. Tiga orang kurator dalam pameran virtual ini yaitu Nuning Damayanti dari Indonesia, Tarmizi dari Malaysia dan Ms Sabina Obeholzer dari Swedia.

“Civitas akademik dari Prodi Desain Komunikasi Visual, FSRD, ISI Surakarta yang untuk pertama kalinya ikut serta dengan mengirimkan berupa desain poster baik dari mahasiswa dan dosen. Karya yang lolos seleksi tersebut karya dari Roman Aqviriyoso, mahasiswa semester II yang mengirimkan satu desain poster, sedangkan Basnendar Herry Prilosadoso mengirimkan dua desain poster,” jelasnya.

Dia mengungkapkan desain poster dari Roman Aqviriyoso berjudul “We Fight Corona” menampilkan peran tenaga medis dalam menanggulangi wabah Covid-19 di seluruh dunia, perlu diberi apresiasi, mereka bersatu padu tanpa lelah untuk mengobati pasien yang berjumlah banyak, walau kadangkala nyawa mereka sendiri menjadi taruhannya, dimana teknik proses menggabungkan teknik manual dan digital imaging.

Ditambahkannya, sedangkan karya dari Basnendar Herry Prilosadoso dengan dua karya yang berjudul “Physical Distancing” dan “Stop Covid-19”. Karya poster pertama tersebut bermakna melalui simbolisasi dari icon virus Covid-19 yang bermetaformosis berubah bentuk menjadi simbol palang merah sebagai simbol kesehatan, dimana karya ini memiliki pesan bahwa dunia mampu mencegah dan menanggulangi wabah pandemi dan menjelang tatanan dunia baru “The New Normal”. Sedangkan tema karya kedua mengenai solusi dari penyebaran dan pencegahan virus Covid-19, salah satunya menerapkan jaga jarak atau physical distancing, maka dalam karya desain poster ini memberi makna pesan melalui simbolisasi lewat ilustrasi jejak sepatu serta police line, masyarakat bisa kena virus apabila menjaga jarak dalam segala aktivitas keseharian serta menghindari kerumunan orang.

ASEDAS dibentuk pada April 2020, berdasarkan inisiatif dua negara, yaitu Malaysia dan Indonesia. Dikutip dari website resminya, ASEDAS didirikan oleh Assoc. Prof. Ahamad Tarmizi Azizan dari Universiti Malaysia Kelantan (UMK), Malaysia, dan Dr. Ariesa Pandanwangi dari Universitas Kristen Maranatha, Indonesia.

ASEDAS 2020 International Virtual Digital Art Exhibition merupakan ajang pameran virtual pertama yang diadakan oleh ASEDAS, dengan mengangkat tema Covid-19 yang dalam penyelenggaraannya menggandeng kemitraan strategis dengan berbagai pihak, khususnya universitas dari Malaysia, Indonesia, dan beberapa negara lainnya, serta juga merangkul beberapa media dari Indonesia, Malaysia, dan Mexico.
Pameran yang dibuka pada Sabtu, 6 Juni 2020 dapat diakses melalui chanel Youtube ASEDAS juga website resmi ASEDAS, selain itu facebook juga menayangkan live saat pembukaan dengan sambutan disampaikan oleh Dr. Ir. Arief Kasuma, IPU, MBA selaku Rektor Universitas Esa Unggul (UEU), selaku host dari acara pembukaan pameran virtual ini, Selanjutnya pameran diresmikan oleh Pustanto selaku Kepala Galeri Nasional Indonesia.

“Prestasi yang diraih oleh civitas akademik dari Prodi Desain Komunikasi Visual, FSRD ISI Surakarta ini sangat membanggakan dimana bisa menampilkan karya di level internasional meskipun dalam kondisi WFH (Work From Home), selain itu event ini dapat menjadikan jejaring, sekaligus promosi, dan menjalin kerjasama baik antar perguruan tinggi maupun peserta pameran di masa depan,” tegasnya.( red )

Tinggalkan Komentar